zaterdag 29 augustus 2015

SEPAKBOLANDA: Dua Pemain Keturunan Indonesia, Lolos Timnas Belan...

SEPAKBOLANDA: Dua Pemain Keturunan Indonesia, Lolos Timnas Belan...:



Indonesia Tamat

Eka Tanjung akan hadir di stadion ArenA Amsterdam untuk menyaksikan dari dekat perhelatan yang cukup menegangkan itu. Kalau Jairo atau Tete benar-benar diturunkan malam itu maka Indonesia sudah tertutup untuk bisa menaturalisasi dan merekrut untuk memperkuat Timnas Garuda. 

Cekik Finlandia

Malam itu juga sangat penting bagi timnas Belanda untuk memenangi pertandingan lawan Finlandia. Jika mendengarkan Arjen Robben kapten bari timnas Belanda, maka timnas tuan rumah akan main all-out. "Kita harus cekik Finlandia." ungkap Robben.

Terlalu Muda

Dalam kondisi butuh hasil maksimal seperti itu tidak bijaksana untuk memasang pemain yang masih belum pengalaman seperti Jairo dan Kenny. Namun kita tidak mengenal karakter Danny Blind dengan baik. Ya sudah, kita tunggu saja .. malam itu! Atau Kamis dini hari waktu Indonesia... 

SEPAKBOLANDA: Stefano Lilipaly, Sumbang Gol Penting Buat SC Tels...

SEPAKBOLANDA: Stefano Lilipaly, Sumbang Gol Penting Buat SC Tels...:



Stefano Lilipaly #keturunan #Indonesia berperan penting dalam kemenangan klub barunya di Belanda. Setelah hambatan izin transfer dari klub lamanya teratasi, kini pemain naturalisasi itu bisa merumput lagi.


SC Telstar, Jumat kemarin akhirnya membukukan kemenangan perdana musim ini.  Di kandang sendiri klub berjuluk "Singa Putih" itu mengalahkan FC Emmen 2-1. Juru kunci di Jupiler League ini tertolong oleh gol Stefano Lilipaly, pemain naturalisasi yang sekarang bermain untuk klub yang berbasis di Velzen-Zuid itu.

Fano, panggilan akrab Stefano menciptakan gol pada menit ke 68', dengan memanfaatkan umpan terukur dari kiri. Gol ini sekaligus memecahkan kebuntuan kacamata 0-0. Dari berbagai sumber, Sepakbolanda menyimpulkan bahwa permainan Lilipaly sangat baik Jumat malam kemarin.

Kartu Kuning
Dipasang sebagai gelandang serang, Stefano memanfaatkan ruang dengan tusukan-tusukannya menerobos lini pertahanan lawan. Di menit ke 20' dia mengamas Kartu Kuning setelah melanggar Boy Deul dari FC Emmen.

Banyak Peluang
Peluang-peluang yang tercipta cukup banyak. Jelang akhir babak pertama mantan pemain Consadole Sapporo Jepang itu sejatinya sudah bisa mencetak gol. Namun bola yang sudah hampir mencium mulut gawang, dihalau oleh bek. Pada menit 56' kembali mantan pemain Persija itu mengancam gawang FC Emmen yang dijaga kiper Dennis Telgenkamp.

Pelatih SC Telstar, Michel Vonk kepada media mengatakan dirinya senang dengan kemenangan perdana di putaran ke lima liga Jupiler League musim ini. Kemenangan ini sangat penting dan pemain kelahiran 10 Januari 1990 itu berkontribusi positif pada laga kemenangan ini. "Baik perannya sebagai penyerang maupun, bertahan seperti yang saya minta, dijalankan dengan baik,"  demikian Vonk kepada RTV Noord Holland.

Sementara itu Stefano sendiri kepada media menyebutkan bahwa kemenangan ini merupakan awal dari kebangkitan tim Singa Putih dari Velzen-Zuid. "Setelah lama pasif, akhirnya saya bisa bermain laga resmi. Dan ini sangat baik untuk perkembangan saya dan tim. Semoga kedepannya akan semakin baik."

Eka Tanjung, jadi teringat ketika menyaksikan langsung pertandingan FC Utrecht - PSV Eindhoven 22 Januari 2012. Ketika itu penulis menyaksikan Lilipaly menjalani laga perdana bersama tim Utama FC Utrecht dan langsung mencetak gol. Di luar harapan, gol ini tidak bisa meyakinkan staf pelatih untuk memberi kontrak. Akhirnya itu menjadi awal dari kepindahannya ke FC Almere City.

Semoga saja dari pengalaman di SC Telstar ini, posisi pemain #naturalisasi menjadi makin mantap. Dari kawan-kawan di media sosial Indonesia muncul pertanyaan menarik: Soal status kewarganegaraannya WNI atau Warga Belanda. Dan juga mengenai kontrak resminya. Sebab menurut media Belanda, ia pindahan dari Consadole Sapporo, bukan Persija. Pertanyaan-pertanyaan menarik. Kita nantikan perkembangan selanjutnya.




zaterdag 1 augustus 2015

SEPAKBOLANDA: Jika Ingin Sukses, Arthur Irawan Harus Garang

SEPAKBOLANDA: Jika Ingin Sukses, Arthur Irawan Harus Garang: Sejak musim 2015-2016 ini Arthur Irawan, pemain sepakbola Indonesia di Waasland-Beveren Belgia memiliki pelatih baru. Stijn Vreven mantan...

zaterdag 27 juni 2015

SEPAKBOLANDA: Tebakan Berhadiah Jersey Keren

SEPAKBOLANDA: Tebakan Berhadiah Jersey Keren:



Sepakbolanda menyediakan hadiah dua kaos, bagi yang bisa menebak. Pertanyaan sederhana ini.

Sebutkan tanggal, jam Ezra Walian tiba di Bandara Soetta Cengkareng. Pemain keturunan Indonesia ini untuk ketiga kali berturut akan mengajak anak-anak panti asuhan di Bandung dan Jakarta untuk bermain sepakbola bersama.




Selama tiga pekan di Indonesia, Ezra Walian akan didampingin sang ayah, Glenn Walian mengunjungi berbagai panti asuhan di Jakarta dan Bandung. Seperti dua tahun lalu dan tahun 2014 kemarin, mereka bermain sepakbola dengan anak-anak di lapangan rumput sederhana yang ada di sekitar lokasi.



Bagi Ezra, bermain bersama anak-anak di lapangan desa di Indonesia memberi kesan yang sangat istimewa. Dia bisa menyaksikan keceriaan pada anak-anak panti dan kawan-kawan mereka bermain bola dengan sarana dan pra-sarana yang sederhana.  Eka Tanjung menilai bahwa Ezra mendapatkan suntikan energi jika bisa bermain bersama 'teman-temannya' dari panti.

Bermain bola dengan gawang yang terbuat dari mambu, dan lapangan yang tidak rata dan belum tentu ada garis pembatasnya. Walau keterbatasan itu, Ezra melihat kegembiraan pada anak-anak itu. Sebagai pemain junior Ajax, Ezra sudah terbiasa dengan fasilitas sepakbola yang bagus dan lengkap. Peralatan latihan, lapangan, pelatih, staf di Akademi de Toekomst yang kondang itu.




Dengan fasilitas lengkap itu, tidak menjami bahwa para bakat pilihan di Amsterdam itu bisa lebih bahagia dari anak-anak kampung. Tidak heran jika Ezra dalam setiap wawancara selalu mengatakan rindu untuk bermain bersama anak-anak 'kampung' di Indonesia.


Ezra Walian, pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. 

"Kami bisa saling berbagi kegembiraan bersama. Saya bisa belajar dari mereka untuk mensyukuri hal-hal sederhanya yang kita miliki dalam kehidupan ini," semoga perjalanan kali ini pun lancar seperti dua tahun ini. Ezra akan sampai di Cengkareng Selasa 30 Juni 2015 dengan pesawat KLM yang rencananya mendarat pada pukul 17.25 WIB.




Sepakbolanda mengundi 2 Jersey Training Ajax Junior. Ukuran M dan XL.

Pertanyaan:
1. Jam berapa pesawat Ezra akan mendarat di Jakarta
2. Pada tanggal berapa ia tiba di Indonesia?

Jawaban SAH, hanya lewat:  info@sepakbolanda.com
Jawaban yang diberikan lewat cara lain (FB, Twitter, Google+) dianggap TIDAK sah.

Syarat:
1. Satu orang-satu jawaban.
2. Jika penebak tepat lebih dari 2 orang, pemenang akan diundi.
3. Pemenang mengambil sendiri hadiahnya di Cengkareng, Jakarta atau Bandung.
4. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.
5. Undian ditutup tanggal 28 Juni 2015, pukul 24:00 WIB.

vrijdag 26 juni 2015

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa:



Di musim panas ketika jeda kompetisi, para pemain #keturunan tetap aktif di dunia sepakbola. Ezra Walian, John Heitinga, Radja Nainggolan, Gio van Bronkhorst, Yussa Nugraha dll menghiasi pemberitaan di Eropa.

John Heitinga
Kamis hari ini John Heitinga #keturunan Indonesia, dipresentasikan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam. Setelah berpetualang selama delapan tahun Heitinga kembali ke cinta lamanya di klub Amsterdam. Berbekal pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Herta BSC di Jerman, ia kembali dengan ambisi untuk merebut kembali gelar juara liga Belanda bersama Ajax di musim depan. Setelah sehari sebelumnya menjalani tes medis, Kamis 25 Juni ini Ajax akan resmi mengumumkan Heitinga sebagai pemain baru, dengan kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Ezra Walian
Pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. Bulan Juli 2015 ini, untuk ketiga kalinya ia akan menggelar clinic di Jakarta dan Bandung, di antaranya di panti asuhan. Tanggal 30 Juni 2015, Ezra dan Glenn akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan pesawat KLM.

Radja Nainggolan

Pemain terbaik AS Roma musim lalu adalah #keturunan Indonesia. Radja Nainggolan, didukung 52 persen supporter AS Roma dipandang paling konstan sepanjang musim. Tidak heran jika klub Roma ini akhirnya menebus Radja Nainggolan menjadi 100% milik AS Roma. Sebelumnya separoh andil kepemilikan Ninja, julukan Radja itu, masih ditangan Cagliari. Sejak Rabu 24 Juni ini, sepenuhnya dia akan mengabdikan diri pada klub Roma Italia. Berita ini sekaligus menyingkirkan berbagai spekulasi soal kepindahan Radja ke Real Madrid, Manchester United maupun Juventus.

Giovanni van Bronkhorst
Pelatih anyar Feyenoord, Gio van Bronchorst sempat menjadi perbincangan media Belanda, karena masih ada keraguan tentang ketegasan dari coach #keturunan Indonesia di formasi Rotterdam itu. Berbagai kalangan setuju bahwa Gio memiliki jaringan dan track record yang baik, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam menemukan pemain baru. Sebagai contoh, kepulangan Dirk Kuyt ke stadion de Kuip merupakan salah satu imbas positif Gio. Namun demikian kalangan yang mengenal Gio, melihat pelatih ini masih terlalu 'hijau' dan cenderung terlalu ramah. "Padahal di profesi coach Feyenoord butuh ketegasan dan sikap keras. Setiap ucapan yang keliru bisa menjadi bumerang," demikian ungkap rekan sesama pelatih yang mengenal Gio.

Yussa Nugraha
Yang terakhir pada ulasan kali ini adalah Yussa Nugraha, penyerang muda di sc Feyenoord Rottedam ini meraih sukses bersama teamnya. Mulai musim depan Yussa dan timnya akan berlaga di devisi 1, satu tingkat lebih tinggi dari sekarang. Eka Tanjung dari Sepakbolanda, sangat bangga namun juga ingin menjaga, agar kemajuan ini tidak menjadi batu sandungan bagi bocah kelahiran Solo Jawa Tengah itu.  

Edi Nugraha

Sebagai ayah,  Edi sangat memahami akan perkembangan putranya. Selain bangga juga tetap waspada. Semakin tinggi level kompetisi semakin besar pula godaan dan juga kemungkinan untuk jatuh. Perhatian yang melimpah dari media dan publik bisa menjadi penghambat perkembangan. Sementara itu sang anak juga mengenal ups and downs dalam kehidupan sebagai remaja. Dengan bimbingan yang baik dari orang tua dan lingkungannya, Yussa diharapkan mampu mengkombinasikan antara sekolah dan sepakbola. Sebab keduanya sama-sama penting. 

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa:



Di musim panas ketika jeda kompetisi, para pemain #keturunan tetap aktif di dunia sepakbola. Ezra Walian, John Heitinga, Radja Nainggolan, Gio van Bronkhorst, Yussa Nugraha dll menghiasi pemberitaan di Eropa.

John Heitinga
Kamis hari ini John Heitinga #keturunan Indonesia, dipresentasikan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam. Setelah berpetualang selama delapan tahun Heitinga kembali ke cinta lamanya di klub Amsterdam. Berbekal pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Herta BSC di Jerman, ia kembali dengan ambisi untuk merebut kembali gelar juara liga Belanda bersama Ajax di musim depan. Setelah sehari sebelumnya menjalani tes medis, Kamis 25 Juni ini Ajax akan resmi mengumumkan Heitinga sebagai pemain baru, dengan kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Ezra Walian
Pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. Bulan Juli 2015 ini, untuk ketiga kalinya ia akan menggelar clinic di Jakarta dan Bandung, di antaranya di panti asuhan. Tanggal 30 Juni 2015, Ezra dan Glenn akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan pesawat KLM.

Radja Nainggolan

Pemain terbaik AS Roma musim lalu adalah #keturunan Indonesia. Radja Nainggolan, didukung 52 persen supporter AS Roma dipandang paling konstan sepanjang musim. Tidak heran jika klub Roma ini akhirnya menebus Radja Nainggolan menjadi 100% milik AS Roma. Sebelumnya separoh andil kepemilikan Ninja, julukan Radja itu, masih ditangan Cagliari. Sejak Rabu 24 Juni ini, sepenuhnya dia akan mengabdikan diri pada klub Roma Italia. Berita ini sekaligus menyingkirkan berbagai spekulasi soal kepindahan Radja ke Real Madrid, Manchester United maupun Juventus.

Giovanni van Bronkhorst
Pelatih anyar Feyenoord, Gio van Bronchorst sempat menjadi perbincangan media Belanda, karena masih ada keraguan tentang ketegasan dari coach #keturunan Indonesia di formasi Rotterdam itu. Berbagai kalangan setuju bahwa Gio memiliki jaringan dan track record yang baik, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam menemukan pemain baru. Sebagai contoh, kepulangan Dirk Kuyt ke stadion de Kuip merupakan salah satu imbas positif Gio. Namun demikian kalangan yang mengenal Gio, melihat pelatih ini masih terlalu 'hijau' dan cenderung terlalu ramah. "Padahal di profesi coach Feyenoord butuh ketegasan dan sikap keras. Setiap ucapan yang keliru bisa menjadi bumerang," demikian ungkap rekan sesama pelatih yang mengenal Gio.

Yussa Nugraha
Yang terakhir pada ulasan kali ini adalah Yussa Nugraha, penyerang muda di sc Feyenoord Rottedam ini meraih sukses bersama teamnya. Mulai musim depan Yussa dan timnya akan berlaga di devisi 1, satu tingkat lebih tinggi dari sekarang. Eka Tanjung dari Sepakbolanda, sangat bangga namun juga ingin menjaga, agar kemajuan ini tidak menjadi batu sandungan bagi bocah kelahiran Solo Jawa Tengah itu.  

Edi Nugraha

Sebagai ayah,  Edi sangat memahami akan perkembangan putranya. Selain bangga juga tetap waspada. Semakin tinggi level kompetisi semakin besar pula godaan dan juga kemungkinan untuk jatuh. Perhatian yang melimpah dari media dan publik bisa menjadi penghambat perkembangan. Sementara itu sang anak juga mengenal ups and downs dalam kehidupan sebagai remaja. Dengan bimbingan yang baik dari orang tua dan lingkungannya, Yussa diharapkan mampu mengkombinasikan antara sekolah dan sepakbola. Sebab keduanya sama-sama penting. 

dinsdag 9 juni 2015

SEPAKBOLANDA: Radja Nainggolan Disanjung Publik Belgia

SEPAKBOLANDA: Radja Nainggolan Disanjung Publik Belgia:



Radja Nainggolan gelandang AS Roma dan Timnas Belgia, #keturunan Indonesia terus mendapat sanjungan dan pujian pasca kemenangan spektakuler Setan Merah atas Prancis bakal tuan rumah Euro 2016.


Persahabatan lawan timnas Le Bleus di Prancis, yang berakhir dengan kemenangan Setan Merah dipandang sebagai penampilan terbaik Belagia. Media menyebut bahwa kehadiran Radja Nainggolan yang diturunkan sejak awal merupakan pilihan tepat dan kunci prestasi gemilang, formasi pelatih Marc Wlmots.

Publik dan media Belgia menekankan bahwa selama ini pelatih Wilmots salah menilai putra Marianus Nainggolan itu. Prestasi sukses di AS Roma, bagi publik Belgia sudah cukup bukti memasang Radja di lini tengah.

Pelatih Ragu
Namun sang pelatih sendiri selama ini belum juga menaruk kepercayaan pada Radja. Padahal dia sendiri sudah memberikan semangat juang 100% dan mulai bingung tidak tahu harus bagaimana lagi.
Sepertinya ada ketidak cocokan 'like and dislike' antara pelatih dan pemain keturunan ini. Sepakbolanda sebelumnya sudah menurunkan tulisan: Raja Nainggolan Apes di Timnas Belgia


Sumber: Sepakbolanda.com

Man of the Match
Pada laga lawan Prancis, Radja bermain gemilang dari awal sampai akhir. Pengamat sepakbola memuji stamina dan penampilan konstan dan mereka  memberi nilai 9.  Nilai hampir sempurna itu juga diberikan kepada Marouan Fellaini. Namun para pengamat sepakat menganugerahi The Ninja, julukan pemain asal Antwerpen itu sebagai 'Man of the Match.'

Voetbalkrant.com menyebut Radja: "Luar biasa pemain muda ini. Sepanjang 90 menit tampil sebagai pemain terbaik dari semua skuad Setan Merah. Mampu membangun serangan dan main keras jika diperlukan. Menjadi dirigen dengan tendangan datar yeng keras." 

Demorgen.be melihat dia bermain fantastis: "Radja Nainggolan tampil fantastis di stadion Stade de France. Gelandang AS Roma ini menguasai lini tengah dan mencetak gol ciamik." 

Usai wawancara Radja tetap bersikap bijaksana: "Paling utama disini adalah terus bekerja maksimal untuk tim. Saya akui memang bermain dengan baik dan menyumbang satu gol, tapi tidak akan selalu begini. Saya memberikan 100 persen untuk team. Kita harus lanjutkan terus. Jelang akhir pertandingan, kami sedikit lengah. Tapi ingat, ini adalah pertandingan persahabatan. " 

Untuk Radja yang lebih penting adalah Jumat depan: "Jumat nanti menjadi sangat penting. Kami harus menang, dan laga tadi memberikan rasa percaya diri."

Klub Besar Mengintai
Penampilan gemilang ini tidak lolos dari perhatian para scout klub-klub besar. Pemain yang resminya masih sam-sam milik AS Roma dan Cagliari itu sudah menjadi incaran PSG, Liverpool dan Manchester United. Sementara itu Radja sendiri masih memprioritaskan untuk tetap bertahan di ibukota Italia. 

Links :