zaterdag 14 februari 2015

SEPAKBOLANDA: Gelandang Keturunan Indonesia Main di Liga Skotlan...

SEPAKBOLANDA: Gelandang Keturunan Indonesia Main di Liga Skotlan...:



Gelandang keturunan Indonesia yang selama ini bermain di RKC Waalwijk memutuskan hijrah ke Skotlandia. Bermain di liga dua negara ayahnya. 


"Oom Djen, saya sudah menjalani pertandingan perdana pekan lalu," demikian bunyi pesan yang disampaikan Kenny Anderson kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda. Sejak tanggal 1 Februari, sehari setelah penutupan musim transfer, Kenny pindah ke klub Skotlandia Hearts of Midlothian

Kenny menandatangani kontrak di klub berjuluk the Jambos sampai musim panas 2016. Selama di RKC, Anderson bermain 17 kali dan mencetak empat gol. Di klub yang berbasis di kota Edinburgh Skotlandia itu, pemain yang beribukan keturunan Indonesia itu menjadi bagian dari skuad besutan Robbie Neilson.

Senang 
RKC menolak menyebutkan nilai transfer pemain keturunan kelahiran 14 Februari 1992 itu. Namun demikian putra dari pasangan Alex Anderson, pria Skotlandia dan ibunya Joke berdarah blasteran Belanda-Indonesia, mengatakan senang bisa bermain di negara ayahnya. 


Tantangan Baru
Kepindahannya ke Hearts of Midlothian, merupakan tantangan baru. "Ini klub yang besar dan tantangan baru. Saya akan berusaha maksimal di sini."  Kepada Sepakbolanda, Kenny Anderson menambahkan bahwa untuk sementara dia menginap di rumah paman, saudara ayahnya di Skotlandia. 


Main di Indonesia
Ditanya soal main di klub atau timnas Indonesia, Kenny menjawab singkat "Mungkin saja kedepannya, siapa tahu haha."


Bek Handal Keturunan Indonesia-Skotlandia

donderdag 22 januari 2015

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Ini Bikin Kejutan

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Ini Bikin Kejutan:



Ard van Peppen #keturunan Indonesia bersama rekan-rekannya di Roda JC membuat kejutan dengan menyingkirkan tim papan atas PSV Eindhoven di laga Piala KNVB.

Pada pertandingan babak perempat final Piala KNVB, Selasa malam itu Roda JC bermain kandang di Stadion Parkstad Limburg di Kerkrade.

PSV Eindhoven datang ke kota dekat perbatasan Belgia itu dengan formasi lengkap. Tim yang saat ini menduduki urutan teratas liga Belanda, de Eredivisie itu sedianya berharap bisa kembali dari perjalanan sekitar 100 km dengan membawa kemenangan.





Fakta di lapangan ternyata malah berbeda. Eka Tanjung dari Sepakbolanda melihat Ard van Peppen dan kawan-kawan bermain sangat disiplin dan kompak. Roda menang 3-2 dalam pertandingan seru. Sampai babak perpanjangan waktu.


Van Peppen kepada media, usia pertandingan mengatakan bahwa timnya sebelumnya sudah siap mengantisipasi pergerakan lini depan PSV yang sangat gesit dan berbahaya. Namun fakta di lapangan, Philip Cocu menurunkan tim-B nya bertandang ke Roda.

Dengan anggapan bisa menang mudah, Cocu menurunkan lima pemain cadangan sejak awal: kiper Remco Pasveer, gelandang Marcel Ritzmaier, bek kanan Joshua Brenet, winger Jürgen Locadia dan Isimat. Mereka mendapat kesempatan meladeni Roda JC yang di atas kertas memang tidak difavoritkan.

Kubu PSV kecewa berat atas kekalahan ini. Pelatih Philip Cocu pun mengkritik keras skuadnya yang dinilai ke kanak-kanakan. Dengan mengistirahatkan Adam Maher, Santiago Arias, Karim Rekik, Luciano Narsingh, Jeroen Zoet membuat PSV kehilangan kekompakan. Sedangkan Van Peppen dan kawan-kawan justru bermain dengan disiplin di seluruh lini.

Piala KNVB itu sejatinya turnamen antar klub amatir dan profesional. PSV pemimpin klasemen di Eredivisie bertemu Roda JC (Divisi Kedua) sebenarnya pertandingan dengan beda kualitas tim.

Membayangkan seperti Persib Bandung bertemu dengan Persis Solo, yang tentu saja memfavioritkan formasi dari Bandung. Itulah sepakbola, apapun bisa terjadi. Dengan kemenangan ini maka Roda JC melaju ke babak semi-final.

Untuk kedua kalinya PSV terganjal Roda JC di Piala KNVB. Musim lalu formasi Eindhoven juga terjungkal oleh musuh yang sama di babak ketiga, di kandang sendiri Stadion Philips, 1-3.

Sepakbolanda senang dengan sukses Ard van Peppen. Sehingga masih ada pemain keturunan di sepakbola Belanda yang berlaga di Piala KNVB. Roda JC akan menjamu Excelsior di empat besar, pada 28 Januari 2015 ini.

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Bisa Sedikit Lega

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Bisa Sedikit Lega:



Walau klubnya masih belum aman degradasi namun Joey Suk #keturunan di NAC Breda menadapat kepercayaan dari pelatih barunya.

Joey Suk mengalami kekalahan telak bersama NAC Breda di kandang PEC Zwolle, (4-1). Suk diturunkan sejak awal tidak bisa mencegah gol cepat PEC di menit ke 3. Kekalahan ini sekaligus pertama bagi pelatih baru NAC, Robert Maaskant. 

Dengan kekalahan ini NAC masih tetap belum lepas dari posisi kedua terbawah liga Belanda. Walaupun demikian Joey Suk bisa cukup bernafas lega sejak NAC Breda mendapat pelatih baru, Robert Maaskant. 

Nasib Suk di Breda mulai membaik. Di bawah pelatih sebelumnya pemain keturunan Indonesia yang ingin membela timnas Garuda itu, nasibnya di ujung tanduk. Dia sempat di pasang di etalase untuk dijual atau disewakan ke klub lain. 

Pelatih baru, Maaskant punya kepercayaan lebih besar untuk melibatkan Joey Suk dalam racikan formasinya lolos dari degradasi liga utama Belanda, de Eredivisie. 

zaterdag 3 januari 2015

SEPAKBOLANDA: Stefano Segera Jadi Macan Kemayoran

SEPAKBOLANDA: Stefano Segera Jadi Macan Kemayoran:

Stefano Segera Jadi Macan Kemayoran

©

Stefano Lilipaly gelandang serang #keturunan Indonesia, tampaknya akan bertolak ke Jakarta 11 Januari 2015 ini untuk menjalani tes kesehatan. Dia sudah mencapai kesepakatan prinsip dengan Persija.


Mantan pemain FC Utrecht dan Consadole Sapporo Jepang menyampaikan kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda, Jum'at 2 Januari ketika menyaksikan Tournamen Bakat Keturunan Maluku di Amsterdam. 

Dalam kesempatan mengantar tiga keponakan bermarga Lilipaly yang tampil di turnamen itu, Stefano mengatakan ke Indonesia sehari setelah ultahnya:
"Saya berangkat ke Jakarta, 11 Januari 2015 untuk menjalani test kesehatan."  

Ditanya soal kesepakatan dengan klub berjuluk Macan Kemayoran itu, Fano mengatakan bahwa sudah tercapai kesepakatan tinggal menunggu beberapa hal.


Lilipaly Keponakan Stefano

Musim lalu mantan gelandang Almere City FC bermain di Consadole Sapporo, liga dua Jepang. Walaupun klub Jepang ini memiliki fasilitas lengkap dan moderen, tapi hatinya tetap memilih bermain di Indonesia. Eka Tanjung menduga Stefano ingin memperbesar peluang untuk bisa bermain di timnas Indonesia, Garuda.

Ortu Dukung
Sementara itu Adrie de Nijs, ibunda Stefano yang ditemui di lokasi yang sama mengatakan bahwa kalau putranya main sepak bola di Jakarta, dia akan berkunjung. "Kalau di Jakarta, saya pasti akan nengok dia. Kalau ke Jepang saya tidak terlalu semangat." 



Ronny Lilipaly, ayah Stefano juga menyatakan rasa bangga putranya bermain di Indonesia. Apalagi kalau bisa bermain di timnas Garuda. "Saya sangat yakin Stefano punya kualitas. Dia bisa tunjukkan ketika main di Indonesia." 

Belum menandatangan resmi kontrak di Persija, namun di tengah keramaian turnamen Junior di Amsterdam itu Stefano sudah dihadang berfoto oleh Ferriz fan Persija dan Ajax yang domisili di Belanda.

©Catatan: Mohon menghargai karya tulis. Jika mengambil info dari tulisan ini mohon mencantumnya link hidup ke artikel di atas. Terima Kasih.

zondag 7 december 2014

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI:



Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

Joey Suk gelandang keturunan Belanda-Indonesia yang digadang menjadi pilar timnas Garuda, diperlukan NAC Breda untuk memenangi duel fisik dan kekuatan lapangan tengah.

Sabtu dini hari 6 Desember 2014 waktu Indonesia, NAC Breda bertandang ke SC Cambuur di Leeuwarden dalam laga Liga Belanda, de Eredivisie. 

Kuat Fisik
Pelatih NAC Breda, Eric Hellemons kali ini menerapkan strategi anyar dengan memasang gelandang kekar, keturunan Indonesia Joey Suk. "Dengan Joey Suk, kita berharap bisa memasang power dan kekuatan untuk memenangkan duel-duel individu." 

Dengan kata lain pelatih NAC mengakui pemain keturunan Indonesia ini memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata pemain Belanda. 

Vincent Volkert, #keturunan di HFC Haarlem menghadang Pieter Huistra

Suk dan PSSI
Jika prediksi Hellemons benar dan NAC mendominasi lini tengah bersama Suk, maka PSSI harus serius menghidupkan proses naturalisasi Joey Suk yang sempat mati.

Lini Tengah
Gelandang Box-to-Box kelahiran Deventer 8 Juli 1989 ini bisa memperkuat lini tengah, membantu serangan dan pertahanan timnas Indonesia. Sepakbolanda mengharapkan Joey Suk yang sangat ingin membela timnas negara leluhurnya diberi kesempatan ikut seleksi.

Warna Belanda
Apalagi sekarang Indonesia melakukan kerjasama dengan Pieter Huistra, Direktur Teknis Baru PSSI. Huistra bisa memberikan penilaian yang lebih baik mengenai kemampuan Joey Suk dan pemain lain keturunan yang dibutuhkan memperkuat timnas Garuda.  
Tim Keturunan Belanda-Suriname

Naturalisasi
Suriname sesama negara bekas jajahan Belanda juga sedang merevisi undang-undang untuk memungkinkan pemain keturunan Belanda main di timnas.

Naturalisasi tampaknya bukan lagi jadi barang 'haram' di dunia olah raga. Baru-baru ini timnas Garuda asuhan Alfred Riedl dibuat tidak berkutik oleh timnas Philipina 'the Azkals' yang banyak menggunakan pemain naturalisasi.
Pemain Eropa yang memiliki darah Philipina seperti Rob Gier dan Philip Younghusband dkk mengukir sejarah dengan mencoreng muka Garuda, 4-0.

Kalau Garuda tidak melakukan langkah perbaikan, maka kekalahan dari Philipina bukan lagi barang langka, tapi bisa menjadi hobby. 

Sepakbolanda berharap, jangan sampai timnas Indonesia membantu Timor Leste mengukir sejarah juga. Dengan mengalahkan Indonesia 5-0.  
© NOTE: Mohon menghargai karya tulis . Jika Anda mencantumkan sebagian atau seluruh tulisan ini ke koran, website atau dinding Anda, mohon mencantumkan sumber www.sepakbolanda.com Terima Kasih. 

donderdag 4 december 2014

SEPAKBOLANDA: Inilah Pelatih Keturunan Yang Cocok Untuk Indonesi...

SEPAKBOLANDA: Inilah Pelatih Keturunan Yang Cocok Untuk Indonesi...:



Inilah Pelatih Keturunan Yang Cocok Untuk Indonesia






Ketika Indonesia mencari pelatih untuk meningkatkan prestasi tim nasional, ada satu nama yang paling cocok: Ricardo Moniz. Sebaiknya PSSI menengok coach #keturunan ini.

Setelah memilih Pieter Huistra sebagi Direktur Teknis PSSI, mungkin saatnya menemukan pelatih juga dari Belanda yang ada ikatannya dengan Indonesia. Eka Tanjung dari Sepakbolanda menemukan nama Moniz setelah mendalami sederetan nama pelatih di Belanda yang berpotensi dan mampu meningkatkan daya saing timnas Indonesia. Nilai lebih yang dimiliki pelatih kelahiran Rotterdam, 17 Juni 1964 antara lain: 
  1. Keturunan Indonesia.
  2. Pewaris filosofi Wiel Coerver 
  3. Pengalaman pemain dan pelatih di berbagai negara.
  4. Racikan Strategi Total Football.
  5. Memikili sertifikasi fisoterapi.

Keturunan Indonesia
Ricardo Moniz memiliki akar di Belanda, Suriname dan Indonesia. Ibunya lahir di Jakarta dari campuran Belanda dan Indonesia. Ayahnya berasal dari Suriname. Percampuran yang mengalir di darahnya menguatkan ikatan dengan tiga negara.
Wiel Coerver
Ricardo termasuk satu dari dua sosok di Belanda yang mewarisi dan memahami theori pendidikan sepak bola gagasan Wiel Coerver. "Rancangan Pendidikan Menjadi Pesepakbola Ideal," yang diwariskan ke Rene Meulensteen dan Ricardo Moniz. Di Belanda dua sosok ini dipandang sebagai pengembang tehnik sepak bola Wiel Coerver secara lengkap. 

Methoda sepakbola Wiel Coerver menekankan skills individu dan latihan yang terstruktur. Untuk menguasai satu tehnik, dilakukan latihan berulang-ulang. "Jika kita mengagumi bintang, maka kita harus mengikuti pola latihan dan profesionalitasnya." Coerver juga menuntut pelatih menguasai materi dengan sempurna. "Seorang pelatih harus bisa memberi contoh gerakan dan trik yang diajarkan." 

PSSI Tamtama
Wiel Coerver (3 Desember 1924 - 22 April 2011) mantan pelatih dan pemain sepak bola Belanda. Pernah melatih Tim Indonesia Tamtama 1975-76. Setahun sebelumnya ia sukses membawa Feyenoord Rotterdam meraih Juara Piala UEFA, sekaligus klub Belanda pertama yang berhasil meraih gelar itu.

Coerver dijuluki Einstein Sepak bola karena kontribusinya bagi kemajuan sepak bola dunia. Ia punya ungkapan terkenal: “Sepak bola 20% pakai kepala, 20% pakai kaki dan 60% dengan hati. Jadi bermain bola sejatinya menggunakan perasaan. " 

Kepada sepakbolanda, Moniz mengatakan bahwa pelatih ibarat ayah bagi semua anak-anak asuhannya. Dia melakukan dengan sepenuh hati. Moniz mengenal Coerver sejak tahun 1981 di klub Eindhoven. "Sejak itu kami merasakan kecocokan. Dan saya beruntung bisa terus mendapatkan ilmu dan pembelajaran dari Wiel." 

Hubungan mereka sangat kuat. Coerver pernah berpesan pada Ricardo: "Kamu harus melanjutkan pekerjaan saya." Tidak mengherankan jika Moniz mempersembahkan gelar The Double bersama The Red Bull Salzburg (Juara Liga dan Juara Nasional Cup Austria) kepada mendiang Wiel Coerver yang meninggal se tahun sebelumnya. 

Cinta Indonesia
Ricardo menuturkan kepada Sepakbolanda bahwa Wiel Coerver sangat cinta Indonesia. "Bagi Wiel Indonesia adalah negeri keduanya. Dia sering cerita tentang Indonesia. Dia punya koleksi ukiran. Di rumahnya banyak sekali ukir-ukiran kayu, dari berbagai bentuk dan rupa."


Pengalaman Pemain dan Pelatih
Moniz berkarir sepakbola profesional dari 1981- 1993 di Klub Eindhoven, HFC Haarlem,  RKC Waalwijk , FC Eeklo, Helmond Sport. Jika karir sepak bola ditempuh dalam 11 tahun, karir pelatihnya lebih panjang lagi.

Sejak 1994, setahun setelah gantung sepatu dia langsung menjadi pelatih. Sejak 1994 VV Nuenen,  1997 Al Jazeera Emirat Arab (Direktur Akademi), 1998 Feyenoord Rotterdam (technical coach), 1999 Grasshoppers Zürich (Coach Teknis), 2004 Jong PSV (Coach), 2005 Tottenham Hotspur (Skills Coach),  2008-2010 Hamburger SV (Technical Coach / Caretaker), 2012 Red Bull Salzburg ( Coach), 2012-13 Ferencváros Hongaria (Coach), 2014 Lechia Gdańsk Polandia (Coach) dan TSV 1860 München Jerman (Coach).

Johan Cruyff
Dalam tugas sebagai coach membesut tim sukses antara lain dengan Red Bull Salzburg, Moniz membaurkan methoda skill individu pemain dari Coerver dengan Total Footbal gaya Johan Cruyff di era tahun 1970an. "Saya mengembangkan methoda Coerver untuk skill individu dengan strategi Total Footbal khas Belanda era awal tahun 1970an." Menurutnya tim yang memiliki skill dan stamina baik, bisa menjalankan strategi serempak menyerang dan serempak bertahan. "Dalam soal strategi saya menganut prinsip Johan Cruyff yang memungkinkan semua pemain bisa mencetak gol."  



Fisioterapi
Selain menangani berbagai klub sebagai pelatih skills, personal trainer, juga sebagai coach, Ricardo Moniz juga memiliki sertifikat sebagai fisioterapi. "Saya bisa meraih ini semua berkat didikan ibu saya yang keturunan Indonesia. Kami dididik untuk pantang menyerah dan kerja keras."  

Ditanya soal kelemahannya, Ricardo mengakui dirinya kadang terlalu 'langsung.' "Saya kadang kurang diplomatis dalam penyampaian. Tapi maksud saya baik. Saya sayang pada anak-anak didik. Dalam hal itu saya mirip juga dengan Wiel." 

Sepakbolanda melihat pengakuan langsung dari Robin van Persie, Edgar Davids dan Nigel de Jong yang mencari Ricardo Moniz ketika sedang terpuruk. "Ketika prestasi sedang kendor, saya diam-diam berlatih dengan Ricard," ungkap Robin van Persie mengenai masa sulit di Feyenoord.

Dari pengalaman yang panjang dan pengakuan dari berbagai pemain, membuktikan kualitas Ricardo Moniz sebagai pewaris methoda Coerver dan membalut dengan Totaal Voetbal. Seperti halnya Coerver yang tidak selalu 'difahami' oleh lingkungannya, Moniz juga mengalami hal yang sama di tempat dia menyebarkan ilmunya.  
"Tapi saya selalu mencoba bangkit, dengan karakter pantang menyerah yang diturunkan dari ibu. Ini yang ingin saya tularkan pada anak-anak muda." 

woensdag 5 november 2014

SEPAKBOLANDA: Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat...

SEPAKBOLANDA: Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat...:



Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat

Almere City FC klub divisi dua Belanda, Jupiler League membuka pendaftaran untuk acara jaring bakat. Klub yang berafiliasi dengan Ajax Amsterdam ini ingin menemukan bakat-bakat baru untuk akademi pembibitan.


Almere City mengumumkan pembukaan seleksi lewat websitenya. Disebutkan bahwa seleksi "Talentendag"  atau Hari Talenta ini digelar pada 18 Januari 2015. Bocah pria dan wanita kelahiran antara 2003 s/d 2006 bisa mengikuti seleksi ini.

Kandidat bisa mendaftar dengan mengisi formulir online: Inschrijven Almere City FC

Acara ini ditujukan bagi bocah yang bermain kompetisi amatir di kota Almere dan sekitarnya. Eka Tanjung mencatat beberapa nama pemain keturunan yang sudah bermain di akademi Almere City FC
  • Nino Kasanmoehamat (D1)
  • Nick Kasanmoehamat (C1)
  • Dani Kirchhoff (A1)
  • Geviljo Parto (D2)
  • Tjardo Paliama (D1)

Klub kebanggaan kota Almere ini dikenal punya ikatan dengan pemain-2 keturunan. Deretan ini pernah memperkuat Almere City FC: 


  • Stefano Lilipaly
  • Leroy Resodihardjo
  • Dennis Gentenaar
  • Jason Oost
  • Charles Dissels
  • Gaston Salasiwa