zaterdag 9 mei 2015

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Cari Keberuntungan di Liga Inggris

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Cari Keberuntungan di Liga Inggris:



Joey Suk gelandang #keturunan Indonesia yang pernah digadang jadi gelandang timnas Indonesia, Garuda mencari peluang di liga Inggris.

Pemain yang pernah menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia bersama Stefano Lilipaly ini, resminya terikat kontrak dengan NAC Breda. Joey Suk tidak mendapat kepercayaan penuh pelatih Robert Maaskant, dan hanya diturunkan dalam enam pertandingan saja, musim ini. Media Belanda, Voetbal International mengabarkan bahwa Joey Suk menjalani trial di Burton Albion.
Klub Inggris ini aru saja promosi ke liga tiga dan ditangani manajer asal Belanda, Jimmy Floyd Hasselbaink. Sementara itu pelatih NAC, Maaskant menyatakan bahwa dia masih ingin memakai tenaga Joey Suk. Pelatih menjanjikan akan menurunkan Suk sebagai starter saat lawan AZ Alkmaar. Di Alkmaar juga terdapat pemain #keturunan Indonesia, Thom Haye.
Eka Tanjung dari Sepakbolabelanda.com menilai bahwa peluang Suk diturunkan sebagai starter karena tiga pemain lain di lini tengah absen. Joeri de Kamps dan Gill Swerts karena kena skorsing dan Divine Naah mengalami cedera. Sangat malang nasib Joey Suk yang pernah menjadi idola di Go Ahead Eagles, sekarang nasibnya terkatung-katung. Dan sekarangpun kurang jelas apakah Burton Albion benar-benar tertarik untuk merekrut Joe Suk.

SEPAKBOLANDA: Inilah Kebiasaan Buruk Yang Dibenci Pelatih Beland...

SEPAKBOLANDA: Inilah Kebiasaan Buruk Yang Dibenci Pelatih Beland...:


Pelatih Belanda umumnya benci kepada telat datang. Biasanya mereka sudah terlebih dahulu berada di lapangan satu jam sebelum jadwal latihan dimulai. Pemain diharapkan menyusul 15 menit sebelum latihan dimulai.

On Time
Eka Tanjung sering mengamati klub amatir maupun profesional di Belanda. Klub amatir Buitenboys SC, FC Almere, maupaun profesional sekelas Ajax Amsterdam maupun PSV Eindhoven sangat mementingkan being on time dan membenci pemain yang datang terlambat.
Juru Parkir
Kasus terbaru terjadi pada Richairo Zivkovic di Ajax Amsterdam pekan ini. Striker yang musim lalu dibeli senilai Rp. 40M dari FC Groningen dihukum menjadi Juru Parkir di Akademi de Tekomst. Frank de Boer menghukum Zivkovic “hanya” karena terlambat muncul ke latihan.
Sejenak, Eka Tanjung sebagai orang Indonesia menilai keputusan De Boer itu super lebay. Pelatih yang sok bossy. Mengapa pemain yang datang terlambat saja kok sampai disakiti dan dihinakan begitu. Santai aza napa Broer!
Terlambat Lagi
Selama dua hari berturut-turut, Richairo harus menjadi penjaga pintu portal untuk mobil yang masuk ke kompleks pelatihan de Toekomst. “Dua hari ini, dia memang menjadi penjaga parkir karena dia telat lagi.”ungkap Sjaak Swart, manajer nya. Hukuman itu diduga keputusan dari Frank de Boer. Terlambat datang ke latihan di Belanda dipandang sebagai sikap yang tidak profesional dan tidak menghormati sesama pemain dan pelatih. Zivkovic akibatnya tidak masuk dalam daftar pemain Jong Ajax dan juga tidak masuk Line-Up tim utama Ajax lawan SC Cambuur, walaupun Striker Milik diperkirakan absen.
Zivcovic
Harga Mahal
Pemain seharga Rp. 40 M saja dihukum sebegitu beratnya, bagaimana dengan pemain di level amatir yang datang terlambat. Eka Tanjung sering menyaksikan pemain berbakat yang tidak bisa tembus ke jenjang profesional, hanya karena menyepelekan ‘waktu’. Walaupun pemain memiliki kualitas yang bagus dan bakat yang luar biasa, namun ketika dia sering datang terlambat ke latihan, tidak lagi dipasang dan dimainkan.
Tidak Serius
Pelatih dan sesama rekan di tim di Belanda tidak senang kepada pemain yang tidak serius. Pelatih tidak memasang si jago telat dan rekan sesama pemain juga jadi jarang mengumpan bola kepada striker yang tidak disiplin. Akibatnya pemain seperti itu akan menjadi frustasi dan prestasinya semakin merosot. Ketika sudah tersingkirkan dari tim utama, biasa pemain semodel itu akan menyalahkan orang lain.
“Saya tidak bisa sukses jadi pemain sepakbola, karena saya dijahati oleh semua orang,” itu biasanya bunyi keluhan pemain yang merasa didzolimi. Dan biasannya pemain semacam itu lupa bercermin dan tidak mau mencari sebab pada dirinya sendiri. Padahal, kuncinya hanya karena ‘tukang telat.’
Pesan
Eka Tanjung ingin berpesan kepada adik-adik yang ingin menjadi pemain profesional, terutama yang berencana bermain di Eropa khususnya di Belanda. Mohon agar menghargai waktu. Karena pelatih di Belanda sangat mementingkan disiplin tinggi. “Jangan salahkan lalu lintas. Datanglah tepat waktu!”

zaterdag 14 februari 2015

SEPAKBOLANDA: Gelandang Keturunan Indonesia Main di Liga Skotlan...

SEPAKBOLANDA: Gelandang Keturunan Indonesia Main di Liga Skotlan...:



Gelandang keturunan Indonesia yang selama ini bermain di RKC Waalwijk memutuskan hijrah ke Skotlandia. Bermain di liga dua negara ayahnya. 


"Oom Djen, saya sudah menjalani pertandingan perdana pekan lalu," demikian bunyi pesan yang disampaikan Kenny Anderson kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda. Sejak tanggal 1 Februari, sehari setelah penutupan musim transfer, Kenny pindah ke klub Skotlandia Hearts of Midlothian

Kenny menandatangani kontrak di klub berjuluk the Jambos sampai musim panas 2016. Selama di RKC, Anderson bermain 17 kali dan mencetak empat gol. Di klub yang berbasis di kota Edinburgh Skotlandia itu, pemain yang beribukan keturunan Indonesia itu menjadi bagian dari skuad besutan Robbie Neilson.

Senang 
RKC menolak menyebutkan nilai transfer pemain keturunan kelahiran 14 Februari 1992 itu. Namun demikian putra dari pasangan Alex Anderson, pria Skotlandia dan ibunya Joke berdarah blasteran Belanda-Indonesia, mengatakan senang bisa bermain di negara ayahnya. 


Tantangan Baru
Kepindahannya ke Hearts of Midlothian, merupakan tantangan baru. "Ini klub yang besar dan tantangan baru. Saya akan berusaha maksimal di sini."  Kepada Sepakbolanda, Kenny Anderson menambahkan bahwa untuk sementara dia menginap di rumah paman, saudara ayahnya di Skotlandia. 


Main di Indonesia
Ditanya soal main di klub atau timnas Indonesia, Kenny menjawab singkat "Mungkin saja kedepannya, siapa tahu haha."


Bek Handal Keturunan Indonesia-Skotlandia

donderdag 22 januari 2015

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Ini Bikin Kejutan

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Ini Bikin Kejutan:



Ard van Peppen #keturunan Indonesia bersama rekan-rekannya di Roda JC membuat kejutan dengan menyingkirkan tim papan atas PSV Eindhoven di laga Piala KNVB.

Pada pertandingan babak perempat final Piala KNVB, Selasa malam itu Roda JC bermain kandang di Stadion Parkstad Limburg di Kerkrade.

PSV Eindhoven datang ke kota dekat perbatasan Belgia itu dengan formasi lengkap. Tim yang saat ini menduduki urutan teratas liga Belanda, de Eredivisie itu sedianya berharap bisa kembali dari perjalanan sekitar 100 km dengan membawa kemenangan.





Fakta di lapangan ternyata malah berbeda. Eka Tanjung dari Sepakbolanda melihat Ard van Peppen dan kawan-kawan bermain sangat disiplin dan kompak. Roda menang 3-2 dalam pertandingan seru. Sampai babak perpanjangan waktu.


Van Peppen kepada media, usia pertandingan mengatakan bahwa timnya sebelumnya sudah siap mengantisipasi pergerakan lini depan PSV yang sangat gesit dan berbahaya. Namun fakta di lapangan, Philip Cocu menurunkan tim-B nya bertandang ke Roda.

Dengan anggapan bisa menang mudah, Cocu menurunkan lima pemain cadangan sejak awal: kiper Remco Pasveer, gelandang Marcel Ritzmaier, bek kanan Joshua Brenet, winger Jürgen Locadia dan Isimat. Mereka mendapat kesempatan meladeni Roda JC yang di atas kertas memang tidak difavoritkan.

Kubu PSV kecewa berat atas kekalahan ini. Pelatih Philip Cocu pun mengkritik keras skuadnya yang dinilai ke kanak-kanakan. Dengan mengistirahatkan Adam Maher, Santiago Arias, Karim Rekik, Luciano Narsingh, Jeroen Zoet membuat PSV kehilangan kekompakan. Sedangkan Van Peppen dan kawan-kawan justru bermain dengan disiplin di seluruh lini.

Piala KNVB itu sejatinya turnamen antar klub amatir dan profesional. PSV pemimpin klasemen di Eredivisie bertemu Roda JC (Divisi Kedua) sebenarnya pertandingan dengan beda kualitas tim.

Membayangkan seperti Persib Bandung bertemu dengan Persis Solo, yang tentu saja memfavioritkan formasi dari Bandung. Itulah sepakbola, apapun bisa terjadi. Dengan kemenangan ini maka Roda JC melaju ke babak semi-final.

Untuk kedua kalinya PSV terganjal Roda JC di Piala KNVB. Musim lalu formasi Eindhoven juga terjungkal oleh musuh yang sama di babak ketiga, di kandang sendiri Stadion Philips, 1-3.

Sepakbolanda senang dengan sukses Ard van Peppen. Sehingga masih ada pemain keturunan di sepakbola Belanda yang berlaga di Piala KNVB. Roda JC akan menjamu Excelsior di empat besar, pada 28 Januari 2015 ini.

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Bisa Sedikit Lega

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Bisa Sedikit Lega:



Walau klubnya masih belum aman degradasi namun Joey Suk #keturunan di NAC Breda menadapat kepercayaan dari pelatih barunya.

Joey Suk mengalami kekalahan telak bersama NAC Breda di kandang PEC Zwolle, (4-1). Suk diturunkan sejak awal tidak bisa mencegah gol cepat PEC di menit ke 3. Kekalahan ini sekaligus pertama bagi pelatih baru NAC, Robert Maaskant. 

Dengan kekalahan ini NAC masih tetap belum lepas dari posisi kedua terbawah liga Belanda. Walaupun demikian Joey Suk bisa cukup bernafas lega sejak NAC Breda mendapat pelatih baru, Robert Maaskant. 

Nasib Suk di Breda mulai membaik. Di bawah pelatih sebelumnya pemain keturunan Indonesia yang ingin membela timnas Garuda itu, nasibnya di ujung tanduk. Dia sempat di pasang di etalase untuk dijual atau disewakan ke klub lain. 

Pelatih baru, Maaskant punya kepercayaan lebih besar untuk melibatkan Joey Suk dalam racikan formasinya lolos dari degradasi liga utama Belanda, de Eredivisie. 

zaterdag 3 januari 2015

SEPAKBOLANDA: Stefano Segera Jadi Macan Kemayoran

SEPAKBOLANDA: Stefano Segera Jadi Macan Kemayoran:

Stefano Segera Jadi Macan Kemayoran

©

Stefano Lilipaly gelandang serang #keturunan Indonesia, tampaknya akan bertolak ke Jakarta 11 Januari 2015 ini untuk menjalani tes kesehatan. Dia sudah mencapai kesepakatan prinsip dengan Persija.


Mantan pemain FC Utrecht dan Consadole Sapporo Jepang menyampaikan kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda, Jum'at 2 Januari ketika menyaksikan Tournamen Bakat Keturunan Maluku di Amsterdam. 

Dalam kesempatan mengantar tiga keponakan bermarga Lilipaly yang tampil di turnamen itu, Stefano mengatakan ke Indonesia sehari setelah ultahnya:
"Saya berangkat ke Jakarta, 11 Januari 2015 untuk menjalani test kesehatan."  

Ditanya soal kesepakatan dengan klub berjuluk Macan Kemayoran itu, Fano mengatakan bahwa sudah tercapai kesepakatan tinggal menunggu beberapa hal.


Lilipaly Keponakan Stefano

Musim lalu mantan gelandang Almere City FC bermain di Consadole Sapporo, liga dua Jepang. Walaupun klub Jepang ini memiliki fasilitas lengkap dan moderen, tapi hatinya tetap memilih bermain di Indonesia. Eka Tanjung menduga Stefano ingin memperbesar peluang untuk bisa bermain di timnas Indonesia, Garuda.

Ortu Dukung
Sementara itu Adrie de Nijs, ibunda Stefano yang ditemui di lokasi yang sama mengatakan bahwa kalau putranya main sepak bola di Jakarta, dia akan berkunjung. "Kalau di Jakarta, saya pasti akan nengok dia. Kalau ke Jepang saya tidak terlalu semangat." 



Ronny Lilipaly, ayah Stefano juga menyatakan rasa bangga putranya bermain di Indonesia. Apalagi kalau bisa bermain di timnas Garuda. "Saya sangat yakin Stefano punya kualitas. Dia bisa tunjukkan ketika main di Indonesia." 

Belum menandatangan resmi kontrak di Persija, namun di tengah keramaian turnamen Junior di Amsterdam itu Stefano sudah dihadang berfoto oleh Ferriz fan Persija dan Ajax yang domisili di Belanda.

©Catatan: Mohon menghargai karya tulis. Jika mengambil info dari tulisan ini mohon mencantumnya link hidup ke artikel di atas. Terima Kasih.

zondag 7 december 2014

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI:



Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

Joey Suk gelandang keturunan Belanda-Indonesia yang digadang menjadi pilar timnas Garuda, diperlukan NAC Breda untuk memenangi duel fisik dan kekuatan lapangan tengah.

Sabtu dini hari 6 Desember 2014 waktu Indonesia, NAC Breda bertandang ke SC Cambuur di Leeuwarden dalam laga Liga Belanda, de Eredivisie. 

Kuat Fisik
Pelatih NAC Breda, Eric Hellemons kali ini menerapkan strategi anyar dengan memasang gelandang kekar, keturunan Indonesia Joey Suk. "Dengan Joey Suk, kita berharap bisa memasang power dan kekuatan untuk memenangkan duel-duel individu." 

Dengan kata lain pelatih NAC mengakui pemain keturunan Indonesia ini memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata pemain Belanda. 

Vincent Volkert, #keturunan di HFC Haarlem menghadang Pieter Huistra

Suk dan PSSI
Jika prediksi Hellemons benar dan NAC mendominasi lini tengah bersama Suk, maka PSSI harus serius menghidupkan proses naturalisasi Joey Suk yang sempat mati.

Lini Tengah
Gelandang Box-to-Box kelahiran Deventer 8 Juli 1989 ini bisa memperkuat lini tengah, membantu serangan dan pertahanan timnas Indonesia. Sepakbolanda mengharapkan Joey Suk yang sangat ingin membela timnas negara leluhurnya diberi kesempatan ikut seleksi.

Warna Belanda
Apalagi sekarang Indonesia melakukan kerjasama dengan Pieter Huistra, Direktur Teknis Baru PSSI. Huistra bisa memberikan penilaian yang lebih baik mengenai kemampuan Joey Suk dan pemain lain keturunan yang dibutuhkan memperkuat timnas Garuda.  
Tim Keturunan Belanda-Suriname

Naturalisasi
Suriname sesama negara bekas jajahan Belanda juga sedang merevisi undang-undang untuk memungkinkan pemain keturunan Belanda main di timnas.

Naturalisasi tampaknya bukan lagi jadi barang 'haram' di dunia olah raga. Baru-baru ini timnas Garuda asuhan Alfred Riedl dibuat tidak berkutik oleh timnas Philipina 'the Azkals' yang banyak menggunakan pemain naturalisasi.
Pemain Eropa yang memiliki darah Philipina seperti Rob Gier dan Philip Younghusband dkk mengukir sejarah dengan mencoreng muka Garuda, 4-0.

Kalau Garuda tidak melakukan langkah perbaikan, maka kekalahan dari Philipina bukan lagi barang langka, tapi bisa menjadi hobby. 

Sepakbolanda berharap, jangan sampai timnas Indonesia membantu Timor Leste mengukir sejarah juga. Dengan mengalahkan Indonesia 5-0.  
© NOTE: Mohon menghargai karya tulis . Jika Anda mencantumkan sebagian atau seluruh tulisan ini ke koran, website atau dinding Anda, mohon mencantumkan sumber www.sepakbolanda.com Terima Kasih.