zaterdag 25 juni 2016

SEPAKBOLANDA: Diduga Perokok, Radja Nainggolan Hebohkan Belgia

SEPAKBOLANDA: Diduga Perokok, Radja Nainggolan Hebohkan Belgia:



Radja Ninggolan pemain keturunan Indonesia yang sedang meroket namanya EURO2016 memicu pro kontra di negara ibunya Belgia, karena dia diduga merokok. Apakah memang pemain sepakbola tidak boleh merokok?


Ketika nama Radja Nainggolan, sedang berada di puncak, muncul berbagai pemberitaan yang di luar dugaan publik luas. Seperti berbagai media yang menyebutkan fakta-fakta mengejutkan tentang putra sulung Marianus Nainggolan itu.

Kita semua tahu bahwa Merokok Tidak Baik untuk Kesehatan, tapi penjualan sigaret tetap laris. Bila pemain sepakbola merokok menimbulkan pro kontra. Sepertinya orang sehat tidak boleh merokok.

Mengherankan padahal kan dia beli rokok dengan uangnya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya tidak memasalahkan itu. Jadis sepakbolanda serba heran mengapa media Belgia memasalahkan Radja yang memegang bungkus rokok? 

Media sampai ribut, ramai-ramai memberitakan tentang Il Ninja yang merokok. 


Gempar ini sebenarnya bermula dari sebuah video beberapa detik Dan dipublikasi oleh media Italia La Repubblica, 20 Juni 2016 lalu. Sepakbolanda melihat bahwa pada film itu Radja melambaikan tangan sambil memegang bungkus putih mirip rokok. 
Pada rekaman gambar bergerak itu tampak: Kevin De Bruyne, Dries Mertens, Radja Nainggolan, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen dan Simon Mignolet sedang nonton Slowakia-Engeland (0-0). 

Yang lebih penting sebenarnya kembali kepada pemain itu sendiri, mendiang Johan Cruyff juga dahulu merokok ketika masih aktif sebagai pemain sepakbola. Selama Radja memahami dampak baik dan buruk dari kebiasaan merokok sebaiknya berita itu tidak diperpanjang lagi.


Seperti Marc Wilmots katakan:"Radja merokok. Itu kebiasanya yang sering dilakukan di Prancis dan Italia. Jika dia (Radja red.) merasa perlu, saya tidak akan menghalanginya. ungkapnya dalam wawancara dengan Sporza. "Itu badan dia sendiri, selama dia berprestasi di lapangan, buat saya bukan masalah." tanggapan bijak dari pelatih Belgia yang ingin meraih sukses bersama tim Setan Merah di Euro2016.

Dukungan juga muncul dari kawan-kawan satu teamnya di timas Belgia. "Selama dia bermain baik, tidak masalah dia merokok."

Radja sendiri juga merasa jengkel, terus-terusan dikonfrontir dengan masalah merokok. Dalam beberapa ungkapan di Twitter ia mengatakan, "kalau saya minum segelas wine saja mungkin langsung dicap alkoholis." Selain itu ia menekankan bahwa : "Sebaiknya kita sekarang fokus pada kejuaraan sepakbola Eropa yang sekarang sedang berlangsung."

Sejatinya Radja bukan pemain pertama sepakbola yang digoyang oleh media. Jelang Euro 2016 ini nama Benzema menghilang dari timnas tuan rumah Prancis karena diisukan memeras sesama pemain Prancis.

Di hari-hari awal Euro 2016, giliran kiper Spanyol yang digoyang dengan tuduhan tindak asusila dengan WTS bawah umur. Akhirnya isu itu bisa diredam dan de Gea tetap menjaga gawang tim Matador.

Isu kocak muncul mendera pelatih timnas Jerman, Joachim Löw yang diisukan suka mengendus lubang depan dan belakangnya sendiri. Hal itupun bisa ditangkis. Dia berjanji menghentikan pengendusan di depan kamera.

Sepakbolanda berharap Radja Nainggolan juga bisa menetralisir gelombang ini dengan baik. Dan sebagai satu-satunya keturunan Indonesia di Euro2016 ini bisa berperan besar dalam meraih laga final.



donderdag 23 juni 2016

SEPAKBOLANDA: Fakta Mengejutkan Tentang Radja Nainggolan

SEPAKBOLANDA: Fakta Mengejutkan Tentang Radja Nainggolan: Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia yang bermain di Euro2016 memperkuat timnas Belgia menjadi sorotan berkat golnya yang melolos...

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Belanda

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Belanda: Pemain keturunan Indonesia di Belanda, di saat jeda kompetisi ini ada yang mengalami perubahan klub. Kontrak ada yang diputus dan diperpanj...

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Kalahkan Zlatan Ibrahimovic

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Kalahkan Zlatan Ibrahimovic: Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia, mencetak gol sangat penting bagi Belgia pada pertandingan penentuan menuju 16 besar. Radja ...

donderdag 12 mei 2016

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bisa Pertajam Permusuhan a...

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bisa Pertajam Permusuhan a...:



Pemain keturunan Indonesia, Navarone Foor akan meninggalkan klub kesayangannya, NEC Nijmegen. Kepergian putra klub, smenimbulkan duka pada suporters, apalagi bila nyeberang ke klub rival Vitesse Arnhem.



Setiap regio di Belanda memiliki rivalitas antar klub. Bahkan ada keluarga bisa terpecah gara-gara beda dukungan klub yang bersaing.



  • Ajax - Feyenoord, 
  • Cambuur - Heerenveen (Belanda Utara)
  • Roda JC - Fortuna Sittard (Belanda Selatan)
  • Vitesse Arnhem - NEC Nijmegen (Derby Gelderland)
Menyeberang ke kubu lawan, itulah julukan bagi pemain yang berpindah dari satu klub ke klub rival. Hal itu pernah dilakukan Kenneth Vermeer, Simon Tahamata dan Johan Cruyff dari Ajax ke Feyenoord. Sesaat kepindahan itu menimbulkan amarah kubu yang ditinggalkan dan memperruncing pertentangan antara supporters.

Hal ini yang bisa terjadi pula dengan Navarone Foor, yang akan pidah dari NEC ke Vitesse Arnhem. Semoga saja kalau itu terjadi, tidak akan menimbulkan pertentangan yang merugikan.

Navarone sebenarnya punya pilihan lain. Sebab pemain keturunan Maluku Belanda ini beberapa kali terpilih sebagaiMan of The Match. Bahkan dia pernah menyandang sebagai pemain terbaik NEC sepanjang kompetisi.

Dengan statusnya itu dia kini dapat tawaran berbagai klub antara lain. Konon klub-klub Belanda Heerenveen dan FC Utrecht ingin meminangnya. Dan kalau dari luar: Ferencvaros dari Hungaria.

Pilihan cukup, sekarang kita nantikan saja semoga dia bisa mengambil pilihan terbaik dan sepakbolanya semakin meningkat. Pada akhirnya Indonesia diharap bisa menggunakan kontribusinya sebagai pemain untuk timnas Garuda. Mumpung sekarang dia belum pernah diseleksi untuk timnas Oranje Belanda. 

woensdag 11 mei 2016

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Juarai Liga Belanda

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Juarai Liga Belanda:



Ezra Walian, striker #keturunan Indonesia mengobati kepedihan yang dirasa tim utama Ajax yang 'kehilangan' gelar juara eredivisie direbut PSV, beberapa hari sebelumnya. Bersama timnya Ajax U19, Ezra mengalahkan rival PSV  U19, 1-0.

Gol semata wayang yang diciptakan Abdelhak Nouri (Apie) itu sekaligus merupakan penentu bagi team asuhan Gery Vink untuk menobatkan diri sebagai juara liga tertinggi Belanda, untuk  kelompok usia U19.

Kemenangan 1-0 itu bisa dikatakan mengejutkan. Berkat tendangan bebas oleh Abdelhak Nouri di menit 55. Sebab beberapa bulan sebelumnya 13 Februari 2016 lalu, team yang sama Ajax A1 menelan kekalahan telak 0-4 di kandang PSV A1.





Bedanya, kekalahan Februari itu Nouri gelandang serang keturunan Maroko, tidak diturunkan. Ia sudah sering dipakai di team lebih tinggi Jong Ajax U21, karena permaiannya sudah sejak awal menonjol.



Kebersamaan Nouri dengan Ezra Walian sudah terjalin sejak awal kedatangan Ezra dari AZ. Nouri dan Ezra merupakan pemain pilar pada formasi juara Lion Cup di Singapura Juni 2012.

Kemenangan Ezra dan kawan-kawan atas PSV dipandang sebagai pembalasan langsung atas 'melesetnya' gelar tim Utama Ajax yang terjadi pada Ahad silam.

Formasi asuhan Frank de Boer ditahan imbang 1-1 oleh de Graafschap, team papan bawah. Sedangkan PSV tetap menang 3-1 di PEC Zwolle. Sehingga PSV menobatkan diri sebagai juara liga Belanda, 2015-2016.

Ezra Walian merupakan salah satu pemain #keturunan Indonesia yang berprestasi di Belanda ini. Sepakbolanda menulis berbagai artikel dalam perjalanan karir Ezra tahun-tahun belakangan ini.

Links:




dinsdag 15 maart 2016

SEPAKBOLANDA: Kenangan Gawang Bolong dan Tendangan Pisang

SEPAKBOLANDA: Kenangan Gawang Bolong dan Tendangan Pisang:



Kenangan masa lalu sulit dilupakan. Memori masa silam yang tidak mudah dihapuskan tentang gawang bolong di lapangan kampung, Gunung Kemukus.

Eka Tanjung ingat betul 40 tahun lalu nonton sepakbola di lapangan Ngandul ini. Karena tinggal dengan Kakek dan Nenek yang hanya 300 meter dari lapangan ini. Terpancing dengan hiruk pikuk penonton dan team yang datang dengan sepeda dan Colt Misubishi bak terbuka. Ramai-ramai berkonvoi melewati jalan depan rumah kami, sambik menabuhi bedug terbuat dari kulit sapi dan drum besi bekas aspal.



Massal

Mendapati publik yang massal menyemut untuk menyaksikan partai Final Piala HUT Kemerdekaan RI, mempertandingan team dari Mojopuro dan Nganti. Tidak jarang partai-partai final seperti itu berujung pada permusuhan. Kerap penulis ketika itu masih 7 tahun, mendapati tawuran antara pemain dan penonton. Bebatuan beterbangan bak, hujan salju. Cuman gara-garanya sederhana saja.
Tendangan pojok diklaim sebagai goal murni karena berbentuk pisang. Sementara itu di partai final piala HUT Kemerdekaan itu mempertaruhkan kebanggaan kampung dan kesuksesan di depan mata para gadis desa yang berambut diblow dan muka putih karena pakai Kelly.



Tedangan Pisang

Akibatnya team lawan memprotes goal yang tercipta oleh tendangan pisang Kang Parmin yang ketika itu dijuliki Platini dari Gunung Kemukus. Perbandingan yang sekarang mungkin akan disesali oleh Kang Parmin, karena Platini ternyata koruptor.
Sontak saja, ratusan penonton yang sudah bersenjatakan tongkat, pentungan berikat bendera Merah Putih, ada yang merah di atas dan ada yang merah terbalikdi bawah. Meraka saling tunjuk dan saling berteriak, bahkan kawan satu sekolah pun bisa menjadi musuh. Sentimental kampunglah yang saat itu lebih diutamakan. Mata jadi gelap, lupa diri. Jadi mirip dengan Yugoslavia jelang runtuhnya. 
Mario Kempes

Masih bocah namun Eka Tanjung melihat sepakbola merupakan olah raga yang banyak penggemarnya. Nama Mario Kempes dan Johan Cruijff sering kali terdengar dari perbincangan orang-orang besar yang saat itu paling faham sepakbola. Hanya karena kebetulan mengenal nama-nama pemain, pelatih dan nama negara saja sudah mengklaim sebagai orang paling ngerti sepakbola.
Bukan Gawang Saja Yang Bolong. Jalan pun masih bolong-bolong.
Eka Tanjung dari Sepakbolanda sejak awal memang awam soal sepakbola, sampai dengan hari ini masih belum tahu banyak soal sepakbola. Ketika masih berusia tujuh tahun ini belum paham tentang sepakbola. Sebagai bocah yang masih ingusan dan berbaju kodok dengan sapu tangan yang dipenitikan untuk mengusap ingus yang sesekali meler dari hidung peseknya.
Walau masih kecil, tapi Eka Tanjung sudah mencatat bahwa sepakbola adalah olah raga yang mengerikan dan mirip film perang  Cowboy Rin Tintin lawan Indian. Tanpa faham mana yang salah dan mana yang benar.
Gara-gara gawang tanpa jaring ini, akhirnya pawai 17 Agustusan kita saksikan banyak anak-anak yang berbaris memegang Bambu Runcing melawan Belanda. Tak sedikit yang sehari sebelumnya telah 'berperang' bukan lawan Belanda, tapi lawan saudara sendiri dari kampung seberang.



Sambil berteriak :"Ganyang Belanda, Merdeka!" para serdadu cilik berkepala pakai perban gara-gara dihinggapi bebatuan di partai final sepakbola di Gunung Kemukus, 40 tahun silam. (Djen.)