zondag 7 december 2014

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

SEPAKBOLANDA: Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI:



Joey Suk Perlu Dikenalkan ke Direktur Teknis PSSI

Joey Suk gelandang keturunan Belanda-Indonesia yang digadang menjadi pilar timnas Garuda, diperlukan NAC Breda untuk memenangi duel fisik dan kekuatan lapangan tengah.

Sabtu dini hari 6 Desember 2014 waktu Indonesia, NAC Breda bertandang ke SC Cambuur di Leeuwarden dalam laga Liga Belanda, de Eredivisie. 

Kuat Fisik
Pelatih NAC Breda, Eric Hellemons kali ini menerapkan strategi anyar dengan memasang gelandang kekar, keturunan Indonesia Joey Suk. "Dengan Joey Suk, kita berharap bisa memasang power dan kekuatan untuk memenangkan duel-duel individu." 

Dengan kata lain pelatih NAC mengakui pemain keturunan Indonesia ini memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata pemain Belanda. 

Vincent Volkert, #keturunan di HFC Haarlem menghadang Pieter Huistra

Suk dan PSSI
Jika prediksi Hellemons benar dan NAC mendominasi lini tengah bersama Suk, maka PSSI harus serius menghidupkan proses naturalisasi Joey Suk yang sempat mati.

Lini Tengah
Gelandang Box-to-Box kelahiran Deventer 8 Juli 1989 ini bisa memperkuat lini tengah, membantu serangan dan pertahanan timnas Indonesia. Sepakbolanda mengharapkan Joey Suk yang sangat ingin membela timnas negara leluhurnya diberi kesempatan ikut seleksi.

Warna Belanda
Apalagi sekarang Indonesia melakukan kerjasama dengan Pieter Huistra, Direktur Teknis Baru PSSI. Huistra bisa memberikan penilaian yang lebih baik mengenai kemampuan Joey Suk dan pemain lain keturunan yang dibutuhkan memperkuat timnas Garuda.  
Tim Keturunan Belanda-Suriname

Naturalisasi
Suriname sesama negara bekas jajahan Belanda juga sedang merevisi undang-undang untuk memungkinkan pemain keturunan Belanda main di timnas.

Naturalisasi tampaknya bukan lagi jadi barang 'haram' di dunia olah raga. Baru-baru ini timnas Garuda asuhan Alfred Riedl dibuat tidak berkutik oleh timnas Philipina 'the Azkals' yang banyak menggunakan pemain naturalisasi.
Pemain Eropa yang memiliki darah Philipina seperti Rob Gier dan Philip Younghusband dkk mengukir sejarah dengan mencoreng muka Garuda, 4-0.

Kalau Garuda tidak melakukan langkah perbaikan, maka kekalahan dari Philipina bukan lagi barang langka, tapi bisa menjadi hobby. 

Sepakbolanda berharap, jangan sampai timnas Indonesia membantu Timor Leste mengukir sejarah juga. Dengan mengalahkan Indonesia 5-0.  
© NOTE: Mohon menghargai karya tulis . Jika Anda mencantumkan sebagian atau seluruh tulisan ini ke koran, website atau dinding Anda, mohon mencantumkan sumber www.sepakbolanda.com Terima Kasih. 

donderdag 4 december 2014

SEPAKBOLANDA: Inilah Pelatih Keturunan Yang Cocok Untuk Indonesi...

SEPAKBOLANDA: Inilah Pelatih Keturunan Yang Cocok Untuk Indonesi...:



Inilah Pelatih Keturunan Yang Cocok Untuk Indonesia






Ketika Indonesia mencari pelatih untuk meningkatkan prestasi tim nasional, ada satu nama yang paling cocok: Ricardo Moniz. Sebaiknya PSSI menengok coach #keturunan ini.

Setelah memilih Pieter Huistra sebagi Direktur Teknis PSSI, mungkin saatnya menemukan pelatih juga dari Belanda yang ada ikatannya dengan Indonesia. Eka Tanjung dari Sepakbolanda menemukan nama Moniz setelah mendalami sederetan nama pelatih di Belanda yang berpotensi dan mampu meningkatkan daya saing timnas Indonesia. Nilai lebih yang dimiliki pelatih kelahiran Rotterdam, 17 Juni 1964 antara lain: 
  1. Keturunan Indonesia.
  2. Pewaris filosofi Wiel Coerver 
  3. Pengalaman pemain dan pelatih di berbagai negara.
  4. Racikan Strategi Total Football.
  5. Memikili sertifikasi fisoterapi.

Keturunan Indonesia
Ricardo Moniz memiliki akar di Belanda, Suriname dan Indonesia. Ibunya lahir di Jakarta dari campuran Belanda dan Indonesia. Ayahnya berasal dari Suriname. Percampuran yang mengalir di darahnya menguatkan ikatan dengan tiga negara.
Wiel Coerver
Ricardo termasuk satu dari dua sosok di Belanda yang mewarisi dan memahami theori pendidikan sepak bola gagasan Wiel Coerver. "Rancangan Pendidikan Menjadi Pesepakbola Ideal," yang diwariskan ke Rene Meulensteen dan Ricardo Moniz. Di Belanda dua sosok ini dipandang sebagai pengembang tehnik sepak bola Wiel Coerver secara lengkap. 

Methoda sepakbola Wiel Coerver menekankan skills individu dan latihan yang terstruktur. Untuk menguasai satu tehnik, dilakukan latihan berulang-ulang. "Jika kita mengagumi bintang, maka kita harus mengikuti pola latihan dan profesionalitasnya." Coerver juga menuntut pelatih menguasai materi dengan sempurna. "Seorang pelatih harus bisa memberi contoh gerakan dan trik yang diajarkan." 

PSSI Tamtama
Wiel Coerver (3 Desember 1924 - 22 April 2011) mantan pelatih dan pemain sepak bola Belanda. Pernah melatih Tim Indonesia Tamtama 1975-76. Setahun sebelumnya ia sukses membawa Feyenoord Rotterdam meraih Juara Piala UEFA, sekaligus klub Belanda pertama yang berhasil meraih gelar itu.

Coerver dijuluki Einstein Sepak bola karena kontribusinya bagi kemajuan sepak bola dunia. Ia punya ungkapan terkenal: “Sepak bola 20% pakai kepala, 20% pakai kaki dan 60% dengan hati. Jadi bermain bola sejatinya menggunakan perasaan. " 

Kepada sepakbolanda, Moniz mengatakan bahwa pelatih ibarat ayah bagi semua anak-anak asuhannya. Dia melakukan dengan sepenuh hati. Moniz mengenal Coerver sejak tahun 1981 di klub Eindhoven. "Sejak itu kami merasakan kecocokan. Dan saya beruntung bisa terus mendapatkan ilmu dan pembelajaran dari Wiel." 

Hubungan mereka sangat kuat. Coerver pernah berpesan pada Ricardo: "Kamu harus melanjutkan pekerjaan saya." Tidak mengherankan jika Moniz mempersembahkan gelar The Double bersama The Red Bull Salzburg (Juara Liga dan Juara Nasional Cup Austria) kepada mendiang Wiel Coerver yang meninggal se tahun sebelumnya. 

Cinta Indonesia
Ricardo menuturkan kepada Sepakbolanda bahwa Wiel Coerver sangat cinta Indonesia. "Bagi Wiel Indonesia adalah negeri keduanya. Dia sering cerita tentang Indonesia. Dia punya koleksi ukiran. Di rumahnya banyak sekali ukir-ukiran kayu, dari berbagai bentuk dan rupa."


Pengalaman Pemain dan Pelatih
Moniz berkarir sepakbola profesional dari 1981- 1993 di Klub Eindhoven, HFC Haarlem,  RKC Waalwijk , FC Eeklo, Helmond Sport. Jika karir sepak bola ditempuh dalam 11 tahun, karir pelatihnya lebih panjang lagi.

Sejak 1994, setahun setelah gantung sepatu dia langsung menjadi pelatih. Sejak 1994 VV Nuenen,  1997 Al Jazeera Emirat Arab (Direktur Akademi), 1998 Feyenoord Rotterdam (technical coach), 1999 Grasshoppers Zürich (Coach Teknis), 2004 Jong PSV (Coach), 2005 Tottenham Hotspur (Skills Coach),  2008-2010 Hamburger SV (Technical Coach / Caretaker), 2012 Red Bull Salzburg ( Coach), 2012-13 Ferencváros Hongaria (Coach), 2014 Lechia Gdańsk Polandia (Coach) dan TSV 1860 München Jerman (Coach).

Johan Cruyff
Dalam tugas sebagai coach membesut tim sukses antara lain dengan Red Bull Salzburg, Moniz membaurkan methoda skill individu pemain dari Coerver dengan Total Footbal gaya Johan Cruyff di era tahun 1970an. "Saya mengembangkan methoda Coerver untuk skill individu dengan strategi Total Footbal khas Belanda era awal tahun 1970an." Menurutnya tim yang memiliki skill dan stamina baik, bisa menjalankan strategi serempak menyerang dan serempak bertahan. "Dalam soal strategi saya menganut prinsip Johan Cruyff yang memungkinkan semua pemain bisa mencetak gol."  



Fisioterapi
Selain menangani berbagai klub sebagai pelatih skills, personal trainer, juga sebagai coach, Ricardo Moniz juga memiliki sertifikat sebagai fisioterapi. "Saya bisa meraih ini semua berkat didikan ibu saya yang keturunan Indonesia. Kami dididik untuk pantang menyerah dan kerja keras."  

Ditanya soal kelemahannya, Ricardo mengakui dirinya kadang terlalu 'langsung.' "Saya kadang kurang diplomatis dalam penyampaian. Tapi maksud saya baik. Saya sayang pada anak-anak didik. Dalam hal itu saya mirip juga dengan Wiel." 

Sepakbolanda melihat pengakuan langsung dari Robin van Persie, Edgar Davids dan Nigel de Jong yang mencari Ricardo Moniz ketika sedang terpuruk. "Ketika prestasi sedang kendor, saya diam-diam berlatih dengan Ricard," ungkap Robin van Persie mengenai masa sulit di Feyenoord.

Dari pengalaman yang panjang dan pengakuan dari berbagai pemain, membuktikan kualitas Ricardo Moniz sebagai pewaris methoda Coerver dan membalut dengan Totaal Voetbal. Seperti halnya Coerver yang tidak selalu 'difahami' oleh lingkungannya, Moniz juga mengalami hal yang sama di tempat dia menyebarkan ilmunya.  
"Tapi saya selalu mencoba bangkit, dengan karakter pantang menyerah yang diturunkan dari ibu. Ini yang ingin saya tularkan pada anak-anak muda." 

woensdag 5 november 2014

SEPAKBOLANDA: Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat...

SEPAKBOLANDA: Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat...:



Almere City FC Buka Pendaftaran Acara Jaring Bakat

Almere City FC klub divisi dua Belanda, Jupiler League membuka pendaftaran untuk acara jaring bakat. Klub yang berafiliasi dengan Ajax Amsterdam ini ingin menemukan bakat-bakat baru untuk akademi pembibitan.


Almere City mengumumkan pembukaan seleksi lewat websitenya. Disebutkan bahwa seleksi "Talentendag"  atau Hari Talenta ini digelar pada 18 Januari 2015. Bocah pria dan wanita kelahiran antara 2003 s/d 2006 bisa mengikuti seleksi ini.

Kandidat bisa mendaftar dengan mengisi formulir online: Inschrijven Almere City FC

Acara ini ditujukan bagi bocah yang bermain kompetisi amatir di kota Almere dan sekitarnya. Eka Tanjung mencatat beberapa nama pemain keturunan yang sudah bermain di akademi Almere City FC
  • Nino Kasanmoehamat (D1)
  • Nick Kasanmoehamat (C1)
  • Dani Kirchhoff (A1)
  • Geviljo Parto (D2)
  • Tjardo Paliama (D1)

Klub kebanggaan kota Almere ini dikenal punya ikatan dengan pemain-2 keturunan. Deretan ini pernah memperkuat Almere City FC: 


  • Stefano Lilipaly
  • Leroy Resodihardjo
  • Dennis Gentenaar
  • Jason Oost
  • Charles Dissels
  • Gaston Salasiwa

SEPAKBOLANDA: Pemain Keturunan Ini Membelot Untuk Sukses!

SEPAKBOLANDA: Pemain Keturunan Ini Membelot Untuk Sukses!:







Michael Timisela pemain #keturunan sukses bersama Hammarby IF Swedia. Ahad kemarin timnya memastikan diri sebagai juara liga dan promosi ke liga tertinggi Allsvenskan.



Timisela sendiri menuliskan suksesnya di dinding Facebook, dengan tekst "Best day." Hari terbaik. Sejak dua tahun ini bek kanan #keturunan ini bermain di Swedia. Sebelumnya ia mengenyam pendidikan sepak bola di Ajax Amsterdam. Bahkan dia pernah menyandang seragam tim utama Ajax. 


Setelah kontrak di Ajax tidak diperpanjang dia berpindah ke VVV Venlo. Melihat tawaran perpanjangan kontrak di klub Belanda Selatan itu kurang memenuhi harapan Timisela, maka dia mencari peluang ke liga luar.


Liga Indonesia
Timisela bahkan sempat mencari kemungkinan untuk bermain di liga Indonesia. Ia menjalin komunikasi dengan Eka Tanjung dari Sepakbolanda. Komunikasi sempat terjalin dengan beberapa klub Indonesia. Namun akhirnya gagal karena terbentur soal harga.



Ibukota Swedia
Setelah enam bulan tanpa klub, akhirnya pada 2012 ia hijrah ke Skandinavia Hammarby IF.  Saat itu klub ibukota Stockholm ini sudah tiga tahun bercokol di Divisi Dua dan berambisi naik ke liga tertinggi. Didorong ambisi naik kasta tertingi, klub ini mendatangkan pemain-pemain yang memiliki banyak pengalaman. 



Lima Tahun
Selain Michael, pelatih Nanne Bergstrand juga merekrut mantan gelandang Ajax Amsterdam, Kennedy Bakircioglü. Impian itu akhirnya menjadi kenyataan Ahad lalu. Setelah menanti lima tahun Hammarby resmi naik ke liga teratas Swedia, Allsvenskan. 



Kepastian tercapai ketika Timisela dan kawan-kawan memenangkan laga penentuan lawan Jönköping Södra dengan angka telak  5-0.  Michael Timisiela menyumbangkan gol ke empat bagi timnya. Kesuksesan tim ini berkat kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda. 


"Kami memiliki spirit team yang luar biasa. Kami bekerja keras untuk bisa meraih sukses ini. Dan tentu saja karena strategi coach Nanne Bergstrand. Menjadikan kami semakin kuat saja." Demikian Bakircioglü kapten Hammarby IF. 

Sumber: Fotboll


Nama Klub: HAMMARBY IF

Lahir: 1889

Stadion: Tele2 Arena, 

Rumput: Sintetis 

Ukuran: 105x68 meter

Kapasitas penonton: 30 000

Coach: Nanne Bergstrand.



maandag 3 november 2014

SEPAKBOLANDA: Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Pekan 11

SEPAKBOLANDA: Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Pekan 11:



Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Pekan 11

Pekan ini #keturunan Indonesia tampil di berbagai laga liga tertinggi Belanda, de Eredivisie. Berikut rangkumannya. Joey Suk, Kenny Tete dan Mark van der Maarel tidak Main.



Jairo Riedewald

Bek muda Ajax #keturunan Indonesia ini diturunkan pada laga melawan Dordrecht di Stadion ArenA Amsterdam. Pelatih Ajax Frank de Boer memberi kepercayaan pada bek kelahiran 9 September 1996 itu. Jairo dipasang sebagai starter. Pada menit ke 63' ia digantikan oleh Thulani Serero gelandang asal Afrika Selatan. Pertandingan ini berakhir kemenangan telak #Ajax 4 - Dordrecht 0. Jairo sempat berkunjung ke Indonesia, Mei 2014 lalu bersama tim Ajax. Ia berjumpa dengan keluarganya di Indonesia.

Matthew Steenvoorden

Bek #keturunan Indonesia di Feyenoord, Mathew Steenvoorden tidak diturunkan pada laga Feyenoord menjamu Zwolle di stadion de Kuip Rotterdam. Mathew yang mengaku memiliki akar di Semarang itu menjadi pemain cadangan. Pelatih Feyenoord, Fred Rutten memilih Sven van Beek dan Luke Wilkshire untuk menjaga lini Belakang.  2-0

Mark van der Maarel

Bek keturunan Indonesia di FC Utrecht, Mark van der Maarel tidak bermain dalam laga kemenangan 3-1 atas Vitesse Arnhem. Pasalnya karena Mark harus menjalani skorsing karena Kartu Merah yang dideritanya pada laga sebelumnya lawan PSV Eindhoven. Kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda, Mark mengatakan dirinya kecewa dengan skorsing. Pelatih FC Utrecht, Robby Alfen menurunkan Gevero Markiet sebagai penggantinya. Mark van der Maarel diharapkan kembali lagi ke skuad FC Utrecht pada laga berikutnya.

Xander Houtkoop

Gelandang serang #keturunan di ADO Den Haag ini, dimainkan sejak menit ke 57' menggantikan Kevin Jansen. Xander Houtkoop yang mantan pemain Go Ahead Eagles itu kepada sepakbolanda mengatakan bahwa jam terbangnya di Den Haag masig belum sepanjang di Go Ahead. Namun winger kelahiran 26 Maret 1989 itu tetap optimis. "Saya belum sepenuhnya mendapat kepercayaan sebagai starter, tapi saya terus berusaha dengan bermain baik."

Jeffrey Rijsdijk - Joey Pelupessy

Dua pemain #keturunan bersaing pada laga di Deventer. Jeffrey Rijsdijk memperkuat tim tuan rumah Go Ahead Eagles  dan  Joey Pelupessy bermain untuk tim tamu Heracles Almelo. Kali ini tim tamu bermain lebih baik sehingga Joey meraih kemenangan 1-3 dan pulang membawa angka penuh. Dengan kemenangan ini Heracles bisa melepaskan diri dari posisi Juru Kunci liga Eredivisie. Joey Pelupessy digantikan pada menit ke 46' oleh Minalo Koenders.

Jeffrey Rijsdijk mendapat kepercayaan dari pelatih Fooke Booy untuk bermain penuh. Umpan matang Rijsdijk menghasilkan gol pertama Go Ahead lewat sundulan Marnix Kolder di menit ke 8. Situasi berbalik di babak kedua ketika Go Ahead kehilangan satu pemain penting Turuc karena Kartu Merah.

Thom Haye

Sementara itu pemain #keturunan di AZ Alkmaar, Thom Haye juga mendapat kepercayaan pelatih John van den Brom sebagai starter pada laga menjamu Excelsior yang berakhir imbang 3-3. Thom kelahiran 19 Februari 1995 ini berkontribusi dalam salah satu gol AZ. Pertandingan berlangsung menarik dan penuh spektakuler. Thom yang menyandang jersey nomor 20 itu akhirnya ditarik pada menit 67' dan digantikan Ridgeciano Haps.

Tom Hiariej - Joey Suk

Pertandingan Groningen - NAC  sejatinya bisa jadi ajang adu kebolehan antara dua #keturunan Tom Hiariej dan Joey Suk. Namun hanya Tom Hiariej di FC Groningen saja yang diturunkan pada laga di stadion Eurobord Groningen itu. Tom gelandang kelahiran 25 Juli 1988 itu mendapat kepercayaan penuh oleh pelatih Groningen, Erwin van de Looi. Tom bermain dominan dan berkontribusi besar dalam kemenangan atas NAC. Umpan sontekan di menit 2' dimanfaatkan dengan baik oleh Tjaronn Chery. Kedudukan 1-0 itu bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.

Sedangkan Joey Suk pemain #keturunan Indonesia yang pernah menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia itu harus puas sebagai pemanain cadangan di NAC Breda. Gelandang 'box-to-box' bernomor jersey 14 itu sejauh kompetisi ini belum mendapat kepercayaan penuh dari mantan pelatih Nebojsa Gudelj maupun pelatih sementara saat ini Eric Hellemons.

Saat ini NAC Breda sedang mencari pelatih baru, disebutkan beberapa kandidat antara lain Erns Faber, asisten pelatih Philip Cocu di PSV.

vrijdag 26 september 2014

SEPAKBOLANDA: #Keturunan dan Almere City Bikin Kejutan

SEPAKBOLANDA: #Keturunan dan Almere City Bikin Kejutan:







Selasa 23 September lalu Almere City FC secara mengejutkan mampu menyingkirkan ADO Den Haag pada putaran kedua Piala KNVB. Pada adu pinalty Jason Oost dan Gaston Salasiwa ungguli Xander Houtkoop.

Eka Tanjung dari Sepakbolanda menyaksikan langsung pertandingan di Almere itu. Tiga pemain #keturunan ini tampil malam itu. Jason Oost dan Gaston Salasiwa memperkuat tim tuan rumah Almere City FC. Sementara tim tamu diperkuat pemain #keturunan Xander Houtkoop. 

Xander Houtkoop
Sejak awal pertandingan berjalan imbang. Baik Almere maupun ADO sama-sama menahan diri di babak pertama. Sebelum akhirnya ADO unggul terlebih dahulu di akhir babak pertama. Namun Almere tidak tinggal diam dia awal babak kedua. Mereka bahkan menyamakan kedudukan dan unggul terlebih dahulu 2-1. Sebelum akhirnya ADO menyamakan kedudukan 2-2 lewat tendangan pinalty.

Baik ADO maupun Almere mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain, karena satu pemain mereka diganjar kartu merah langsung. Karena Piala KNVB menganut sistem knock-out maka harus menghasilkan pemenang. Laga ini terpaksi diakhiri dengan adu pinalty.

Adu Pinalty
Jason Oost dan Gaston Salasiwa

Sangat dramatis bagi kedua kubu. Sebab ADO Den Haag tidak satupun mencetak gol pada adu pinalty itu. Keempat algojonya gagal menyarangkan bola dan 11 meter. Sedangkan Almere, dua pemain gagal menembus jala, dan dua berhasil. Salah satunya adalah Jason Oost. Dia menjadi algojo penentu, sekaligus kemenangan bagi Almere City FC yang akan berhadapan dengan PSV Eindhoven pada putaran 3 Piala KNVB.

Gaston Salasiwa
Catatan Eka Tanjung dari Sepakbolanda malam itu adalah penampilan baik Gaston Salasiwa. Sangat mengejutkan. Karena pemain #keturunan yang baru bergabung dengan Almere itu bermain sangat bagus. Malam itu dia termasuk pemain terbaik dari pihak Almere.
 Beberapa pekan sebelumnya pada laga kompetisi, publik Almere juga sudah menobatkan pemain jebolan akademi AZ Alkmaar itu sebagai Man of the Match.

Menyisir dan menguasai pinggir kiri lapangan. Dipasang sebagai bek kiri, namun sangat sering membantu serangan. Satu gol Almere berkat umpat trobosan dari gelandang yang pernah bermain di Bintang Medan IPL itu.


Xander Houtkoop
Sementara itu Xander Houtkoop dari ADO Den Haag yang sebelumnya diunggulkan sebagai pemenang, tidak bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi timnya. Xander baru diturunkan di menit 64' babak kedua. 

SEPAKBOLANDA: Ini Dia Enam Nama Baru Keturunan

SEPAKBOLANDA: Ini Dia Enam Nama Baru Keturunan:



Ini Dia Enam Nama Baru Keturunan


Beberapa nama baru pemain #keturunan bermunculan lagi. Sepakbolanda menerima banyak masukan lewat media sosial. Kali ini dari Fortuna Sittard, Belanda Selatan.

"Hallo Djenol, apakah dalam waktu dekat ada tim dari Indonesia yang ke Belanda dan ingin bertanding persahabatan lawan tim saya?" demikian lontar Agus Borwawubun pelatih tim U11 di Akademi Fortuna Sittard menyampaikan kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda.


Raghmani Carli
Tentu saja tawaran semacam itu selalu welkom dan masuk dalam daftar kontak Sepakbolanda untuk kebutuhan kemudian hari kalau hal itu diperlukan. Agus adalah pelatih #keturunan.  Dari namanya Borwawubun, sudah bisa terdengar dari Maluku Tenggara. 

Levi van Mulken
Komunikasi Sepakbolanda dengan Aguspun sejak awal berjalan mulus dan akrab. "Selain saya, masih ada satu lagi pelatih #keturunan di Fortuna Sittard. Bung John Taihuttu melatih tim U14." 

Kebetulan Eka Tanjung mengenal Bung Johnny ketika mempersiapkan Tim Maluku Tanah Air Beta melawat ke Indonesia beberapa tahun silam.

Perbincangan itu kemudian berlanjut dengan penelusuran nama-nama pemain keturunan di Fortuna Sittard. "Di kami ada beberapa pemain junior berdarah Indonesia-Maluku," tulis Agus.
Nama-nama bakat yang disebutkan adalah: 

  • Nachite Parinussa (U21) 31 Januari 1994
  • Raghmani Carli (U15) 8 Januari 2000
  • Levi van Mulken (U12) 15 Mei 2003
  • Jaim Saebu (U10) 2005
Selain itu masih ada dua nama lain bakat yang juga berasal dari Belanda Selatan. "Kebetulan putra saya Gaudeo Borwawubun dan Jarino Latumeirissa juga memiliki bakat yang baik." 
Nachite Parinussa

Tentu saja Eka Tanjung dari Sepakbolanda lebih dari sekedar senang mendapat berita dari Bung Agus ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua kawan yang membantu dalam mendata pemain #keturunan di Belanda dan sekitarnya. 

Tentunya untuk memastikannya Sepakbolanda akan melakukan kroscek langsung kepada yang bersangkutan. Apakah ia benar-benar #keturunan menurut definisi Sepakbolanda.

Kami berharap nama-nama terus mengalir, sehingga memudahkan pendataan. Dan pastinya di kemudian hari akan banyak manfaatnya bagi semua pihak.