woensdag 23 mei 2018

SEPAKBOLANDA: Tidak Lolos Piala Dunia, Tapi Belanda dan Italia C...

SEPAKBOLANDA: Tidak Lolos Piala Dunia, Tapi Belanda dan Italia C...: Timnas Belanda Under 17 Tahun menjuarai turnamen bergengsi Eropa, UEFA U17. Di laga final kejuaraan Eropa antara usia bawah 17 tahun itu, ...

Setelah pertandingan durasi reguler berakhir 2-2, pemenang ditentukan lewat adu pinalti. Belanda lebih banyak menceploskan gol dari titik 11 meter, dibanding pesaing mereka dari Italia. Dari pertandingan dua tim masa depan dua negara besar sepakbola, Belanda dan Italia, menunjukkan bahwa mereka masih punya segudang talenta masa depan. Walaupun belum dijamin 100% mereka-meraka ini yang akan jadi bintang masa depan.



Tanpa Ayam

Minimal pendidikan sepakbola usia dini mereka sudah cukup mapan. Italia dan Belanda memang tidak lolos ke Piala Dunia Rusia 2018 ini. Turnamen tanpa sandiwara rumput oleh para pemain sepakbola Italia. Ulur waktu dan pura-pura tewas di lapangan. Pura-pura hampir mati ditanduk Zenadine Zidane dan segala theatralnya. Piala dunia tanpa Tim Itali sama dengan makan Soto Lamongan tanpa Ayam. Bayangkan saja betapa, ada yang janggal.  



Tanpa Jeruk Nipis

Tapi lebih parah lagi dengan absennya Belanda di Piala Dunia. Tim yang selalu mencoba tampil menyerang, sudah unggul atau ketinggalan tetap menyerang. Dan kadang dengan segala risiko akhirnya kalah juga walaupun sudah terlebih dulu unggul. Sebab Belanda selama ini masih mengagungkan Total Football. Terus menyerang dan menganut: Serangan adalah Cara Bertahan Paling Baik.



“Selama kita masih menguasai bola, lawan tidak mungkin bisa mencetak gol.”

Pertandingan yang ada Belandanya biasanya menjanjikan spektakuler. Jadi penulis mengibaratkan turnamen tanpa Tinmas Oranje, sama saja dengan Soto Lamongan Tanpa Jeruk Nipis. Tanpa Sambal Bagaimana juru masak harus mengkreasikan Soto Lamongan tanpa Ayam dan Tanpa Jeruk Nipis?



Tanpa Sambal

Dengan segala hormat, Piala Dunia Rusia tetap akan dibuka dan tetap akan menghasilkan pemenang. Terlalu banyak kepentingan untuk membatalkannya. Eka Tanjung dari Sepakbolanda.com juga menyayangkan dengan absennya Radja Nainggolan, pemain keturuan Indonesia di Belgia. Ia adalah pengejawantahan dari kejantanan, kesatriaan, mental tanpa menyerah. Iklan Pabrik Tattoo sekaligus.

Sebagai Warga Indonesia, Eka Tanjung makin kecewa dengan absennya satu-satunya pemain sepakbola keturunan Indonesia yang bisa tampil di Piala Dunia. Minimal kita sedikit terhibur jika Belgia bermain lawan Inggris dan Panama. Bagi penulis Radja merupakan Sambal dalam Soto. Rasanya Pedas tapi dirindukan.



World Cup

Sekarang Eka Tanjung makin tidak semangat untuk nonton Piala Dunia Rusia 2018. Lebih baik ngadem saja di Dusun Air Terindah di Dunia bernama Giethoorn. Kebetulan ada paket wisata menarik yang cerdas dan asik.



Hambar

Jadi ada tiga hal yang hilang dari Piala Dunia ibarat Soto Lamongan: Tidak ada Daging Ayamnya, Tanpa Jeruk Nipis dan Tidak Ada Sambal. Jadi sudah kebayang saja rasanya seperti apa.

Mungkin dengan penampilan timnas muda Belanda dan Itali di laga Final Piala UEFA U17 ini memberikan sinyal bahwa kedua negara akan bangkit dan muncul kembali di Piala Dunia 2022.



Bukan Juara dari Asia

Dan satu hal yang penulis sudah yakin: Piala Dunia 2018, 2022, 2026, 2030 tidak akan menghasilkan juara dari Benua Asia. Kecuali... kecuali .. kalau aturan FIFA dan Piala Dunia dirubah. Penulis akan memaparkan pemikiran ini pada tulisan selanjutnya..

woensdag 16 november 2016

zaterdag 25 juni 2016

SEPAKBOLANDA: Diduga Perokok, Radja Nainggolan Hebohkan Belgia

SEPAKBOLANDA: Diduga Perokok, Radja Nainggolan Hebohkan Belgia:



Radja Ninggolan pemain keturunan Indonesia yang sedang meroket namanya EURO2016 memicu pro kontra di negara ibunya Belgia, karena dia diduga merokok. Apakah memang pemain sepakbola tidak boleh merokok?


Ketika nama Radja Nainggolan, sedang berada di puncak, muncul berbagai pemberitaan yang di luar dugaan publik luas. Seperti berbagai media yang menyebutkan fakta-fakta mengejutkan tentang putra sulung Marianus Nainggolan itu.

Kita semua tahu bahwa Merokok Tidak Baik untuk Kesehatan, tapi penjualan sigaret tetap laris. Bila pemain sepakbola merokok menimbulkan pro kontra. Sepertinya orang sehat tidak boleh merokok.

Mengherankan padahal kan dia beli rokok dengan uangnya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya tidak memasalahkan itu. Jadis sepakbolanda serba heran mengapa media Belgia memasalahkan Radja yang memegang bungkus rokok? 

Media sampai ribut, ramai-ramai memberitakan tentang Il Ninja yang merokok. 


Gempar ini sebenarnya bermula dari sebuah video beberapa detik Dan dipublikasi oleh media Italia La Repubblica, 20 Juni 2016 lalu. Sepakbolanda melihat bahwa pada film itu Radja melambaikan tangan sambil memegang bungkus putih mirip rokok. 
Pada rekaman gambar bergerak itu tampak: Kevin De Bruyne, Dries Mertens, Radja Nainggolan, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen dan Simon Mignolet sedang nonton Slowakia-Engeland (0-0). 

Yang lebih penting sebenarnya kembali kepada pemain itu sendiri, mendiang Johan Cruyff juga dahulu merokok ketika masih aktif sebagai pemain sepakbola. Selama Radja memahami dampak baik dan buruk dari kebiasaan merokok sebaiknya berita itu tidak diperpanjang lagi.


Seperti Marc Wilmots katakan:"Radja merokok. Itu kebiasanya yang sering dilakukan di Prancis dan Italia. Jika dia (Radja red.) merasa perlu, saya tidak akan menghalanginya. ungkapnya dalam wawancara dengan Sporza. "Itu badan dia sendiri, selama dia berprestasi di lapangan, buat saya bukan masalah." tanggapan bijak dari pelatih Belgia yang ingin meraih sukses bersama tim Setan Merah di Euro2016.

Dukungan juga muncul dari kawan-kawan satu teamnya di timas Belgia. "Selama dia bermain baik, tidak masalah dia merokok."

Radja sendiri juga merasa jengkel, terus-terusan dikonfrontir dengan masalah merokok. Dalam beberapa ungkapan di Twitter ia mengatakan, "kalau saya minum segelas wine saja mungkin langsung dicap alkoholis." Selain itu ia menekankan bahwa : "Sebaiknya kita sekarang fokus pada kejuaraan sepakbola Eropa yang sekarang sedang berlangsung."

Sejatinya Radja bukan pemain pertama sepakbola yang digoyang oleh media. Jelang Euro 2016 ini nama Benzema menghilang dari timnas tuan rumah Prancis karena diisukan memeras sesama pemain Prancis.

Di hari-hari awal Euro 2016, giliran kiper Spanyol yang digoyang dengan tuduhan tindak asusila dengan WTS bawah umur. Akhirnya isu itu bisa diredam dan de Gea tetap menjaga gawang tim Matador.

Isu kocak muncul mendera pelatih timnas Jerman, Joachim Löw yang diisukan suka mengendus lubang depan dan belakangnya sendiri. Hal itupun bisa ditangkis. Dia berjanji menghentikan pengendusan di depan kamera.

Sepakbolanda berharap Radja Nainggolan juga bisa menetralisir gelombang ini dengan baik. Dan sebagai satu-satunya keturunan Indonesia di Euro2016 ini bisa berperan besar dalam meraih laga final.



donderdag 23 juni 2016

SEPAKBOLANDA: Fakta Mengejutkan Tentang Radja Nainggolan

SEPAKBOLANDA: Fakta Mengejutkan Tentang Radja Nainggolan: Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia yang bermain di Euro2016 memperkuat timnas Belgia menjadi sorotan berkat golnya yang melolos...

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Belanda

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Belanda: Pemain keturunan Indonesia di Belanda, di saat jeda kompetisi ini ada yang mengalami perubahan klub. Kontrak ada yang diputus dan diperpanj...

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Kalahkan Zlatan Ibrahimovic

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Kalahkan Zlatan Ibrahimovic: Radja Nainggolan, pemain keturunan Indonesia, mencetak gol sangat penting bagi Belgia pada pertandingan penentuan menuju 16 besar. Radja ...

donderdag 12 mei 2016

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bisa Pertajam Permusuhan a...

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bisa Pertajam Permusuhan a...:



Pemain keturunan Indonesia, Navarone Foor akan meninggalkan klub kesayangannya, NEC Nijmegen. Kepergian putra klub, smenimbulkan duka pada suporters, apalagi bila nyeberang ke klub rival Vitesse Arnhem.



Setiap regio di Belanda memiliki rivalitas antar klub. Bahkan ada keluarga bisa terpecah gara-gara beda dukungan klub yang bersaing.



  • Ajax - Feyenoord, 
  • Cambuur - Heerenveen (Belanda Utara)
  • Roda JC - Fortuna Sittard (Belanda Selatan)
  • Vitesse Arnhem - NEC Nijmegen (Derby Gelderland)
Menyeberang ke kubu lawan, itulah julukan bagi pemain yang berpindah dari satu klub ke klub rival. Hal itu pernah dilakukan Kenneth Vermeer, Simon Tahamata dan Johan Cruyff dari Ajax ke Feyenoord. Sesaat kepindahan itu menimbulkan amarah kubu yang ditinggalkan dan memperruncing pertentangan antara supporters.

Hal ini yang bisa terjadi pula dengan Navarone Foor, yang akan pidah dari NEC ke Vitesse Arnhem. Semoga saja kalau itu terjadi, tidak akan menimbulkan pertentangan yang merugikan.

Navarone sebenarnya punya pilihan lain. Sebab pemain keturunan Maluku Belanda ini beberapa kali terpilih sebagaiMan of The Match. Bahkan dia pernah menyandang sebagai pemain terbaik NEC sepanjang kompetisi.

Dengan statusnya itu dia kini dapat tawaran berbagai klub antara lain. Konon klub-klub Belanda Heerenveen dan FC Utrecht ingin meminangnya. Dan kalau dari luar: Ferencvaros dari Hungaria.

Pilihan cukup, sekarang kita nantikan saja semoga dia bisa mengambil pilihan terbaik dan sepakbolanya semakin meningkat. Pada akhirnya Indonesia diharap bisa menggunakan kontribusinya sebagai pemain untuk timnas Garuda. Mumpung sekarang dia belum pernah diseleksi untuk timnas Oranje Belanda.