donderdag 12 mei 2016

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bisa Pertajam Permusuhan a...

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bisa Pertajam Permusuhan a...:



Pemain keturunan Indonesia, Navarone Foor akan meninggalkan klub kesayangannya, NEC Nijmegen. Kepergian putra klub, smenimbulkan duka pada suporters, apalagi bila nyeberang ke klub rival Vitesse Arnhem.



Setiap regio di Belanda memiliki rivalitas antar klub. Bahkan ada keluarga bisa terpecah gara-gara beda dukungan klub yang bersaing.



  • Ajax - Feyenoord, 
  • Cambuur - Heerenveen (Belanda Utara)
  • Roda JC - Fortuna Sittard (Belanda Selatan)
  • Vitesse Arnhem - NEC Nijmegen (Derby Gelderland)
Menyeberang ke kubu lawan, itulah julukan bagi pemain yang berpindah dari satu klub ke klub rival. Hal itu pernah dilakukan Kenneth Vermeer, Simon Tahamata dan Johan Cruyff dari Ajax ke Feyenoord. Sesaat kepindahan itu menimbulkan amarah kubu yang ditinggalkan dan memperruncing pertentangan antara supporters.

Hal ini yang bisa terjadi pula dengan Navarone Foor, yang akan pidah dari NEC ke Vitesse Arnhem. Semoga saja kalau itu terjadi, tidak akan menimbulkan pertentangan yang merugikan.

Navarone sebenarnya punya pilihan lain. Sebab pemain keturunan Maluku Belanda ini beberapa kali terpilih sebagaiMan of The Match. Bahkan dia pernah menyandang sebagai pemain terbaik NEC sepanjang kompetisi.

Dengan statusnya itu dia kini dapat tawaran berbagai klub antara lain. Konon klub-klub Belanda Heerenveen dan FC Utrecht ingin meminangnya. Dan kalau dari luar: Ferencvaros dari Hungaria.

Pilihan cukup, sekarang kita nantikan saja semoga dia bisa mengambil pilihan terbaik dan sepakbolanya semakin meningkat. Pada akhirnya Indonesia diharap bisa menggunakan kontribusinya sebagai pemain untuk timnas Garuda. Mumpung sekarang dia belum pernah diseleksi untuk timnas Oranje Belanda. 

woensdag 11 mei 2016

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Juarai Liga Belanda

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia Juarai Liga Belanda:



Ezra Walian, striker #keturunan Indonesia mengobati kepedihan yang dirasa tim utama Ajax yang 'kehilangan' gelar juara eredivisie direbut PSV, beberapa hari sebelumnya. Bersama timnya Ajax U19, Ezra mengalahkan rival PSV  U19, 1-0.

Gol semata wayang yang diciptakan Abdelhak Nouri (Apie) itu sekaligus merupakan penentu bagi team asuhan Gery Vink untuk menobatkan diri sebagai juara liga tertinggi Belanda, untuk  kelompok usia U19.

Kemenangan 1-0 itu bisa dikatakan mengejutkan. Berkat tendangan bebas oleh Abdelhak Nouri di menit 55. Sebab beberapa bulan sebelumnya 13 Februari 2016 lalu, team yang sama Ajax A1 menelan kekalahan telak 0-4 di kandang PSV A1.





Bedanya, kekalahan Februari itu Nouri gelandang serang keturunan Maroko, tidak diturunkan. Ia sudah sering dipakai di team lebih tinggi Jong Ajax U21, karena permaiannya sudah sejak awal menonjol.



Kebersamaan Nouri dengan Ezra Walian sudah terjalin sejak awal kedatangan Ezra dari AZ. Nouri dan Ezra merupakan pemain pilar pada formasi juara Lion Cup di Singapura Juni 2012.

Kemenangan Ezra dan kawan-kawan atas PSV dipandang sebagai pembalasan langsung atas 'melesetnya' gelar tim Utama Ajax yang terjadi pada Ahad silam.

Formasi asuhan Frank de Boer ditahan imbang 1-1 oleh de Graafschap, team papan bawah. Sedangkan PSV tetap menang 3-1 di PEC Zwolle. Sehingga PSV menobatkan diri sebagai juara liga Belanda, 2015-2016.

Ezra Walian merupakan salah satu pemain #keturunan Indonesia yang berprestasi di Belanda ini. Sepakbolanda menulis berbagai artikel dalam perjalanan karir Ezra tahun-tahun belakangan ini.

Links:




dinsdag 15 maart 2016

SEPAKBOLANDA: Kenangan Gawang Bolong dan Tendangan Pisang

SEPAKBOLANDA: Kenangan Gawang Bolong dan Tendangan Pisang:



Kenangan masa lalu sulit dilupakan. Memori masa silam yang tidak mudah dihapuskan tentang gawang bolong di lapangan kampung, Gunung Kemukus.

Eka Tanjung ingat betul 40 tahun lalu nonton sepakbola di lapangan Ngandul ini. Karena tinggal dengan Kakek dan Nenek yang hanya 300 meter dari lapangan ini. Terpancing dengan hiruk pikuk penonton dan team yang datang dengan sepeda dan Colt Misubishi bak terbuka. Ramai-ramai berkonvoi melewati jalan depan rumah kami, sambik menabuhi bedug terbuat dari kulit sapi dan drum besi bekas aspal.



Massal

Mendapati publik yang massal menyemut untuk menyaksikan partai Final Piala HUT Kemerdekaan RI, mempertandingan team dari Mojopuro dan Nganti. Tidak jarang partai-partai final seperti itu berujung pada permusuhan. Kerap penulis ketika itu masih 7 tahun, mendapati tawuran antara pemain dan penonton. Bebatuan beterbangan bak, hujan salju. Cuman gara-garanya sederhana saja.
Tendangan pojok diklaim sebagai goal murni karena berbentuk pisang. Sementara itu di partai final piala HUT Kemerdekaan itu mempertaruhkan kebanggaan kampung dan kesuksesan di depan mata para gadis desa yang berambut diblow dan muka putih karena pakai Kelly.



Tedangan Pisang

Akibatnya team lawan memprotes goal yang tercipta oleh tendangan pisang Kang Parmin yang ketika itu dijuliki Platini dari Gunung Kemukus. Perbandingan yang sekarang mungkin akan disesali oleh Kang Parmin, karena Platini ternyata koruptor.
Sontak saja, ratusan penonton yang sudah bersenjatakan tongkat, pentungan berikat bendera Merah Putih, ada yang merah di atas dan ada yang merah terbalikdi bawah. Meraka saling tunjuk dan saling berteriak, bahkan kawan satu sekolah pun bisa menjadi musuh. Sentimental kampunglah yang saat itu lebih diutamakan. Mata jadi gelap, lupa diri. Jadi mirip dengan Yugoslavia jelang runtuhnya. 
Mario Kempes

Masih bocah namun Eka Tanjung melihat sepakbola merupakan olah raga yang banyak penggemarnya. Nama Mario Kempes dan Johan Cruijff sering kali terdengar dari perbincangan orang-orang besar yang saat itu paling faham sepakbola. Hanya karena kebetulan mengenal nama-nama pemain, pelatih dan nama negara saja sudah mengklaim sebagai orang paling ngerti sepakbola.
Bukan Gawang Saja Yang Bolong. Jalan pun masih bolong-bolong.
Eka Tanjung dari Sepakbolanda sejak awal memang awam soal sepakbola, sampai dengan hari ini masih belum tahu banyak soal sepakbola. Ketika masih berusia tujuh tahun ini belum paham tentang sepakbola. Sebagai bocah yang masih ingusan dan berbaju kodok dengan sapu tangan yang dipenitikan untuk mengusap ingus yang sesekali meler dari hidung peseknya.
Walau masih kecil, tapi Eka Tanjung sudah mencatat bahwa sepakbola adalah olah raga yang mengerikan dan mirip film perang  Cowboy Rin Tintin lawan Indian. Tanpa faham mana yang salah dan mana yang benar.
Gara-gara gawang tanpa jaring ini, akhirnya pawai 17 Agustusan kita saksikan banyak anak-anak yang berbaris memegang Bambu Runcing melawan Belanda. Tak sedikit yang sehari sebelumnya telah 'berperang' bukan lawan Belanda, tapi lawan saudara sendiri dari kampung seberang.



Sambil berteriak :"Ganyang Belanda, Merdeka!" para serdadu cilik berkepala pakai perban gara-gara dihinggapi bebatuan di partai final sepakbola di Gunung Kemukus, 40 tahun silam. (Djen.)

vrijdag 11 maart 2016

SEPAKBOLANDA: Mantan Pemain Persib Bandung, Muncul di Klub Belan...

SEPAKBOLANDA: Mantan Pemain Persib Bandung, Muncul di Klub Belan...:

Sekitar tiga tahun lalu ia masih memperkuat tim kebanggan kota kembang Bandung, Persib. Kini pemain ini menjalani latihan bersama klub profesional Belanda, FC Emmen. Tampaknya dia sedang mempersiapkan diri untuk mengincar peluang baru.


Sergio van Dijk pemain naturalisasi Belanda Indonesia, kembali ke tanah kelahirannya di Belanda. Sepakbolanda menemukan Sergio berlatih bersama FC Emmen. Bomber yang pernah bermain di Persib itu kini mempertahankan kebugarannya di klub asalnya dulu. Klub profesional itu berlaga di liga dua Belanda, de Jupiler League. Kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda, Sergio membenarkan dirinya ikut latihan dengan FC Emmen. 

Kedepannya dia tetap berniat untuk bermain di klub lain. Masih belum jelas klub barunya. Sepanjang karirnya Sergio van Dijk pernah memperkuat: FC Groningen, Helmond Sport, Queensland Roar dan Persib Bandung, Esfahan Iran dan Suphanburi di Thailand.

dinsdag 9 februari 2016

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bantu Penghijauan Indonesi...

SEPAKBOLANDA: Keturunan Indonesia ini Bantu Penghijauan Indonesi...Mark van der Maarel sungguh berhati mulai. Tanpa berfikir panjang pemain keturunan Indonesia ini menyatakan dukungan program Pohon Rantau. Jersy FC Utrecht dilelang hasilnya untuk penghijauan. 


Kapten FC Utrecht #keturunan Indonesia itu menyumbangkan satu jersey FC Utrecht bertandatangan hampir semua pemain untuk program penghijauan di bukit Pacet Cianjur Jawa Barat.

Tetap Semangat
Ketika dihubungi, Mark baru saja sehari merampungkan pertandingan kompetisi liga Belanda lawan PSV Eindhoven. Badannya masih lelah karena pertandingan itu sangat berat. Tapi mendengar penyampaian Eka Tanjung dari Sepakbolanda, mengenai program yang dijalankan oleh GKI (Gerakan Kebaikan Indonesia) bekerjasama dengan GIF di Jakarta, tanpa ragu dia menyangguhi dukungan.

Jersey FC Utrecht musim kompetisi 2015/2016 ini ditandatangani oleh hampir semua pemain seleksi FC Utrecht. Ukurannya S dan sudah dipegang dan ditandatangani oleh team FC Utrecht.
"Saya akan usahakan semua kawan-kawan menandatangani shirt ini. Kami ingin juga mendukung program Pohon Rantau," ungkap sang kapten kepada Sepakbolanda lewat pesan singkat di Whatsapp.

dinsdag 2 februari 2016

SEPAKBOLANDA: John Heitinga Resmi Gantung Sepatu

SEPAKBOLANDA: John Heitinga Resmi Gantung Sepatu: John Heitinga, pemain sepakbola keturunan Indonesia di Ajax Amsterdam resmi mengumumkan berhenti sebagai pemain sepakbola profesional. Se...



Pemain Keturunan Indonesia di Eredivisie Berkurang Satu



Namun apa boleh dikata, sukses satu pemain Oranje bukan jaminan keberhasilan pemain lainnya. Come Back Heitinga bisa dikatakan sebagai gagal, sebab jelang membubuhkan tanda tangan jelang awal musim 2015-2016 lalu Hetinga memilih cinta lamanya daripada vulus bayaran tinggi. Dalam wawancara pemain yang pernah turun 114 kali di liga Inggris itu mengatakan:"Saya mengikuti hati untuk kembali ke Ajax di atas tawaran uang besar di klub lain."



Faktanya, Frank de Boer jarang sekali menggunakan jasa pemain keturunan Indonesia ini, dengan alasan kondisi fisiknya sudah sangat mundur dan tidak segesit tahun-tahun lalu.

dinsdag 12 januari 2016

SEPAKBOLANDA: Berita #keturunan: John Heitinga Kurang Beruntung ...

SEPAKBOLANDA: Berita #keturunan: John Heitinga Kurang Beruntung ...:



John Heitinga kurang mujur pada musim kompetisi 2015-2016 ini. Kepindahan dari Herta BSC Bundes Liga ke Ajax Amsterdam ternyata tidak seperti yang diharapkan.


John Heitinga #keturunan Indonesia membubuhkan tanda tangan ke lembaran kontrak pada Juni 2015, untuk dua musim di Ajax Amsterdam sampai paroh 2017. Setelah tujuh musim bermain di luar negeri, Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Hertha BSC pemain keturunan Pulau Belitung itu kembali ke klub asalnya.




Anak Jakarta
Harapannya salah satu pemain kesayangan fans Ajax ini bisa memberikan suntikan pengalam bagi para pemain muda di Ajax. Frank de Boer pelatih Ajax, fans dan tim muda memiliki harapan itu. Namun sampai dengan paroh musim, setelah enam bulan di Amsterdam, pemain yang juga memiliki darah Jakarta itu belum banyak diturunkan.




Kepulangan Heitinga ke Ajax disejajarkan dengan kembalinya Dirk Kuyt ke klub rival, Feyenoord Rotterdam. Sama-sama sudah usia 30+ tapi faktanya Kuyt masih bugar dan bermain sangat baik. djenol

Fisik Lemah
Beberapa pekan lalu, Frank de Boer secara terang-terangan menyebutkan bahwa Heitinga tidak memenuhi harapan semula. Bukan persoalan pengalaman, tapi lebih karena kondisi fisiknya. Bek kanan yang sudah 87 kali memperkuat timnas Belanda itu, sudah mengalami kemunduran. Di usianya yang ke 33, kelahiran 
15 November 1983 tidak lagi segesit rekan-rekan mudanya.



Selain itu pelatih Ajax, juga melihat bahwa pemain muda yang menduduki posisinya. Joel Veltman dan Mike van der Hoorn di Center. Kenny Tete dan Richardo van Rhijn di kanan bermain bagus. Apalagi Tete, yang juga keturunan Indonesia itu tampil sangat bagus. 


Bersabar
Untuk saat ini John Heitinga harus bersabar dan tetap mempertahakan kebugaran fisik semaksimal mungkin. Walaupun itu secara mental sangat berat, tetap harus dijalani. Kontraknya masih jalan sampai paroh 2017.

Menyerap Ilmu
Saran Sepakbolanda kepada John Heitinga adalah, terus berusaha keras dan menyerap lilmu sepakbola yang ada. Dengan pengalaman panjang di timnas Belanda, di liga-liga besar dunia akan tetap menjadi modal yang tak terhapuskan. 

Kontribusi Indonesia
Sekarang fokuskan pada menyerap ilmu menjadi pelatih yang baik. Dikelilingi pemain-pemain besar seperti Frank de Boer, Dennis Bergkamp dan semua di Ajax akan memberikan banyak masukan ilmu menjadi pelatih yang bagus.  Selamat belajar John! Kami tunggu kontribusimu untuk Indonesia!!