zaterdag 27 juni 2015

SEPAKBOLANDA: Tebakan Berhadiah Jersey Keren

SEPAKBOLANDA: Tebakan Berhadiah Jersey Keren:



Sepakbolanda menyediakan hadiah dua kaos, bagi yang bisa menebak. Pertanyaan sederhana ini.

Sebutkan tanggal, jam Ezra Walian tiba di Bandara Soetta Cengkareng. Pemain keturunan Indonesia ini untuk ketiga kali berturut akan mengajak anak-anak panti asuhan di Bandung dan Jakarta untuk bermain sepakbola bersama.




Selama tiga pekan di Indonesia, Ezra Walian akan didampingin sang ayah, Glenn Walian mengunjungi berbagai panti asuhan di Jakarta dan Bandung. Seperti dua tahun lalu dan tahun 2014 kemarin, mereka bermain sepakbola dengan anak-anak di lapangan rumput sederhana yang ada di sekitar lokasi.



Bagi Ezra, bermain bersama anak-anak di lapangan desa di Indonesia memberi kesan yang sangat istimewa. Dia bisa menyaksikan keceriaan pada anak-anak panti dan kawan-kawan mereka bermain bola dengan sarana dan pra-sarana yang sederhana.  Eka Tanjung menilai bahwa Ezra mendapatkan suntikan energi jika bisa bermain bersama 'teman-temannya' dari panti.

Bermain bola dengan gawang yang terbuat dari mambu, dan lapangan yang tidak rata dan belum tentu ada garis pembatasnya. Walau keterbatasan itu, Ezra melihat kegembiraan pada anak-anak itu. Sebagai pemain junior Ajax, Ezra sudah terbiasa dengan fasilitas sepakbola yang bagus dan lengkap. Peralatan latihan, lapangan, pelatih, staf di Akademi de Toekomst yang kondang itu.




Dengan fasilitas lengkap itu, tidak menjami bahwa para bakat pilihan di Amsterdam itu bisa lebih bahagia dari anak-anak kampung. Tidak heran jika Ezra dalam setiap wawancara selalu mengatakan rindu untuk bermain bersama anak-anak 'kampung' di Indonesia.


Ezra Walian, pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. 

"Kami bisa saling berbagi kegembiraan bersama. Saya bisa belajar dari mereka untuk mensyukuri hal-hal sederhanya yang kita miliki dalam kehidupan ini," semoga perjalanan kali ini pun lancar seperti dua tahun ini. Ezra akan sampai di Cengkareng Selasa 30 Juni 2015 dengan pesawat KLM yang rencananya mendarat pada pukul 17.25 WIB.




Sepakbolanda mengundi 2 Jersey Training Ajax Junior. Ukuran M dan XL.

Pertanyaan:
1. Jam berapa pesawat Ezra akan mendarat di Jakarta
2. Pada tanggal berapa ia tiba di Indonesia?

Jawaban SAH, hanya lewat:  info@sepakbolanda.com
Jawaban yang diberikan lewat cara lain (FB, Twitter, Google+) dianggap TIDAK sah.

Syarat:
1. Satu orang-satu jawaban.
2. Jika penebak tepat lebih dari 2 orang, pemenang akan diundi.
3. Pemenang mengambil sendiri hadiahnya di Cengkareng, Jakarta atau Bandung.
4. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.
5. Undian ditutup tanggal 28 Juni 2015, pukul 24:00 WIB.

vrijdag 26 juni 2015

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa:



Di musim panas ketika jeda kompetisi, para pemain #keturunan tetap aktif di dunia sepakbola. Ezra Walian, John Heitinga, Radja Nainggolan, Gio van Bronkhorst, Yussa Nugraha dll menghiasi pemberitaan di Eropa.

John Heitinga
Kamis hari ini John Heitinga #keturunan Indonesia, dipresentasikan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam. Setelah berpetualang selama delapan tahun Heitinga kembali ke cinta lamanya di klub Amsterdam. Berbekal pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Herta BSC di Jerman, ia kembali dengan ambisi untuk merebut kembali gelar juara liga Belanda bersama Ajax di musim depan. Setelah sehari sebelumnya menjalani tes medis, Kamis 25 Juni ini Ajax akan resmi mengumumkan Heitinga sebagai pemain baru, dengan kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Ezra Walian
Pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. Bulan Juli 2015 ini, untuk ketiga kalinya ia akan menggelar clinic di Jakarta dan Bandung, di antaranya di panti asuhan. Tanggal 30 Juni 2015, Ezra dan Glenn akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan pesawat KLM.

Radja Nainggolan

Pemain terbaik AS Roma musim lalu adalah #keturunan Indonesia. Radja Nainggolan, didukung 52 persen supporter AS Roma dipandang paling konstan sepanjang musim. Tidak heran jika klub Roma ini akhirnya menebus Radja Nainggolan menjadi 100% milik AS Roma. Sebelumnya separoh andil kepemilikan Ninja, julukan Radja itu, masih ditangan Cagliari. Sejak Rabu 24 Juni ini, sepenuhnya dia akan mengabdikan diri pada klub Roma Italia. Berita ini sekaligus menyingkirkan berbagai spekulasi soal kepindahan Radja ke Real Madrid, Manchester United maupun Juventus.

Giovanni van Bronkhorst
Pelatih anyar Feyenoord, Gio van Bronchorst sempat menjadi perbincangan media Belanda, karena masih ada keraguan tentang ketegasan dari coach #keturunan Indonesia di formasi Rotterdam itu. Berbagai kalangan setuju bahwa Gio memiliki jaringan dan track record yang baik, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam menemukan pemain baru. Sebagai contoh, kepulangan Dirk Kuyt ke stadion de Kuip merupakan salah satu imbas positif Gio. Namun demikian kalangan yang mengenal Gio, melihat pelatih ini masih terlalu 'hijau' dan cenderung terlalu ramah. "Padahal di profesi coach Feyenoord butuh ketegasan dan sikap keras. Setiap ucapan yang keliru bisa menjadi bumerang," demikian ungkap rekan sesama pelatih yang mengenal Gio.

Yussa Nugraha
Yang terakhir pada ulasan kali ini adalah Yussa Nugraha, penyerang muda di sc Feyenoord Rottedam ini meraih sukses bersama teamnya. Mulai musim depan Yussa dan timnya akan berlaga di devisi 1, satu tingkat lebih tinggi dari sekarang. Eka Tanjung dari Sepakbolanda, sangat bangga namun juga ingin menjaga, agar kemajuan ini tidak menjadi batu sandungan bagi bocah kelahiran Solo Jawa Tengah itu.  

Edi Nugraha

Sebagai ayah,  Edi sangat memahami akan perkembangan putranya. Selain bangga juga tetap waspada. Semakin tinggi level kompetisi semakin besar pula godaan dan juga kemungkinan untuk jatuh. Perhatian yang melimpah dari media dan publik bisa menjadi penghambat perkembangan. Sementara itu sang anak juga mengenal ups and downs dalam kehidupan sebagai remaja. Dengan bimbingan yang baik dari orang tua dan lingkungannya, Yussa diharapkan mampu mengkombinasikan antara sekolah dan sepakbola. Sebab keduanya sama-sama penting. 

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa

SEPAKBOLANDA: Berita Pemain Keturunan Indonesia di Eropa:



Di musim panas ketika jeda kompetisi, para pemain #keturunan tetap aktif di dunia sepakbola. Ezra Walian, John Heitinga, Radja Nainggolan, Gio van Bronkhorst, Yussa Nugraha dll menghiasi pemberitaan di Eropa.

John Heitinga
Kamis hari ini John Heitinga #keturunan Indonesia, dipresentasikan sebagai pemain baru Ajax Amsterdam. Setelah berpetualang selama delapan tahun Heitinga kembali ke cinta lamanya di klub Amsterdam. Berbekal pengalaman di Atletico Madrid, Everton, Fulham dan Herta BSC di Jerman, ia kembali dengan ambisi untuk merebut kembali gelar juara liga Belanda bersama Ajax di musim depan. Setelah sehari sebelumnya menjalani tes medis, Kamis 25 Juni ini Ajax akan resmi mengumumkan Heitinga sebagai pemain baru, dengan kontrak satu tahun dan opsi perpanjangan satu tahun lagi.

Ezra Walian
Pemain Ajax Junior A itu mengakhiri musim kompetisi dengan dua perolehan yang bisa dibanggakan. Pertama Ezra berhasil membantu rekan-rekan di team A1 meraih gelar juara kompetisi junior. Sementara itu #keturunan Indonesia ini baru saja mendapatkan raport yang bisa dibanggakan. 

Glenn Walian, ayah kandung Ezra, kepada Eka Tanjung dari Sepakbolanda mengatakan bahwa, putranya baru menerima raport dengan hasil yang baik. Tahun depan pemain yang masih mengantongi kontrak di Ajax sampai medio 2017 itu, masih bisa mengombinasikan dengan studi tingkat 5 Havo. Dengan kata lain dia akan menjalani ujian SMA mulai tahun depan. Setahun kedepan merupakan tahun yang lumayan berat karena menjalani kegiatan paralel antara sekolah dan sepakbola. 

Walau pun akan menghadapi tahun berat, dia tetap ingat akan negeri leluhurnya Indonesia. Bulan Juli 2015 ini, untuk ketiga kalinya ia akan menggelar clinic di Jakarta dan Bandung, di antaranya di panti asuhan. Tanggal 30 Juni 2015, Ezra dan Glenn akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan pesawat KLM.

Radja Nainggolan

Pemain terbaik AS Roma musim lalu adalah #keturunan Indonesia. Radja Nainggolan, didukung 52 persen supporter AS Roma dipandang paling konstan sepanjang musim. Tidak heran jika klub Roma ini akhirnya menebus Radja Nainggolan menjadi 100% milik AS Roma. Sebelumnya separoh andil kepemilikan Ninja, julukan Radja itu, masih ditangan Cagliari. Sejak Rabu 24 Juni ini, sepenuhnya dia akan mengabdikan diri pada klub Roma Italia. Berita ini sekaligus menyingkirkan berbagai spekulasi soal kepindahan Radja ke Real Madrid, Manchester United maupun Juventus.

Giovanni van Bronkhorst
Pelatih anyar Feyenoord, Gio van Bronchorst sempat menjadi perbincangan media Belanda, karena masih ada keraguan tentang ketegasan dari coach #keturunan Indonesia di formasi Rotterdam itu. Berbagai kalangan setuju bahwa Gio memiliki jaringan dan track record yang baik, sehingga bisa memberikan dampak positif dalam menemukan pemain baru. Sebagai contoh, kepulangan Dirk Kuyt ke stadion de Kuip merupakan salah satu imbas positif Gio. Namun demikian kalangan yang mengenal Gio, melihat pelatih ini masih terlalu 'hijau' dan cenderung terlalu ramah. "Padahal di profesi coach Feyenoord butuh ketegasan dan sikap keras. Setiap ucapan yang keliru bisa menjadi bumerang," demikian ungkap rekan sesama pelatih yang mengenal Gio.

Yussa Nugraha
Yang terakhir pada ulasan kali ini adalah Yussa Nugraha, penyerang muda di sc Feyenoord Rottedam ini meraih sukses bersama teamnya. Mulai musim depan Yussa dan timnya akan berlaga di devisi 1, satu tingkat lebih tinggi dari sekarang. Eka Tanjung dari Sepakbolanda, sangat bangga namun juga ingin menjaga, agar kemajuan ini tidak menjadi batu sandungan bagi bocah kelahiran Solo Jawa Tengah itu.  

Edi Nugraha

Sebagai ayah,  Edi sangat memahami akan perkembangan putranya. Selain bangga juga tetap waspada. Semakin tinggi level kompetisi semakin besar pula godaan dan juga kemungkinan untuk jatuh. Perhatian yang melimpah dari media dan publik bisa menjadi penghambat perkembangan. Sementara itu sang anak juga mengenal ups and downs dalam kehidupan sebagai remaja. Dengan bimbingan yang baik dari orang tua dan lingkungannya, Yussa diharapkan mampu mengkombinasikan antara sekolah dan sepakbola. Sebab keduanya sama-sama penting. 

dinsdag 9 juni 2015

SEPAKBOLANDA: Radja Nainggolan Disanjung Publik Belgia

SEPAKBOLANDA: Radja Nainggolan Disanjung Publik Belgia:



Radja Nainggolan gelandang AS Roma dan Timnas Belgia, #keturunan Indonesia terus mendapat sanjungan dan pujian pasca kemenangan spektakuler Setan Merah atas Prancis bakal tuan rumah Euro 2016.


Persahabatan lawan timnas Le Bleus di Prancis, yang berakhir dengan kemenangan Setan Merah dipandang sebagai penampilan terbaik Belagia. Media menyebut bahwa kehadiran Radja Nainggolan yang diturunkan sejak awal merupakan pilihan tepat dan kunci prestasi gemilang, formasi pelatih Marc Wlmots.

Publik dan media Belgia menekankan bahwa selama ini pelatih Wilmots salah menilai putra Marianus Nainggolan itu. Prestasi sukses di AS Roma, bagi publik Belgia sudah cukup bukti memasang Radja di lini tengah.

Pelatih Ragu
Namun sang pelatih sendiri selama ini belum juga menaruk kepercayaan pada Radja. Padahal dia sendiri sudah memberikan semangat juang 100% dan mulai bingung tidak tahu harus bagaimana lagi.
Sepertinya ada ketidak cocokan 'like and dislike' antara pelatih dan pemain keturunan ini. Sepakbolanda sebelumnya sudah menurunkan tulisan: Raja Nainggolan Apes di Timnas Belgia


Sumber: Sepakbolanda.com

Man of the Match
Pada laga lawan Prancis, Radja bermain gemilang dari awal sampai akhir. Pengamat sepakbola memuji stamina dan penampilan konstan dan mereka  memberi nilai 9.  Nilai hampir sempurna itu juga diberikan kepada Marouan Fellaini. Namun para pengamat sepakat menganugerahi The Ninja, julukan pemain asal Antwerpen itu sebagai 'Man of the Match.'

Voetbalkrant.com menyebut Radja: "Luar biasa pemain muda ini. Sepanjang 90 menit tampil sebagai pemain terbaik dari semua skuad Setan Merah. Mampu membangun serangan dan main keras jika diperlukan. Menjadi dirigen dengan tendangan datar yeng keras." 

Demorgen.be melihat dia bermain fantastis: "Radja Nainggolan tampil fantastis di stadion Stade de France. Gelandang AS Roma ini menguasai lini tengah dan mencetak gol ciamik." 

Usai wawancara Radja tetap bersikap bijaksana: "Paling utama disini adalah terus bekerja maksimal untuk tim. Saya akui memang bermain dengan baik dan menyumbang satu gol, tapi tidak akan selalu begini. Saya memberikan 100 persen untuk team. Kita harus lanjutkan terus. Jelang akhir pertandingan, kami sedikit lengah. Tapi ingat, ini adalah pertandingan persahabatan. " 

Untuk Radja yang lebih penting adalah Jumat depan: "Jumat nanti menjadi sangat penting. Kami harus menang, dan laga tadi memberikan rasa percaya diri."

Klub Besar Mengintai
Penampilan gemilang ini tidak lolos dari perhatian para scout klub-klub besar. Pemain yang resminya masih sam-sam milik AS Roma dan Cagliari itu sudah menjadi incaran PSG, Liverpool dan Manchester United. Sementara itu Radja sendiri masih memprioritaskan untuk tetap bertahan di ibukota Italia. 

Links :

maandag 8 juni 2015

SEPAKBOLANDA: #keturunan

SEPAKBOLANDA: #keturunan:



Pemain sepak bola keturunan Indonesia tersebar di seluruh dunia. Teristimewa di Belanda, karena pertautan sejarah. Leluhur mereka lahir di Indonesia pra dan pasca kemerdekaan Republik Indonesia. 

Mereka adalah pria dan wanita berasal dari berbagai level kompetisi baik amatir maupun profesional. Sepakbolanda menggunakan istilah #keturunan. Anak, cucu atau buyut dari seorang yang lahir di Indonesia, pra dan pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945: Majapahit, Hindia Belanda, Nusantara, RIS, Indonesia

Kelompok ini sangat luas, #keturunan bisa sebagai: Anak, Cucu, Buyut, Cicit, Canggah Wareng dari :
  1. WNI di luar Indonesia (Yussa Nugraha, Angga Paiman, Andri Syahputra, Edwin Sunarto dll)
  2. Migran Indonesia (Bachdim, Walian dll)
  3. Kelompok Terhalang Pulang era-1965
  4. Mantan tentara KNIL. 
  5. Pegawai Pemerintahan Hindia-Belanda atau VOC
  6. Migran Jawa yang ke Surimane. (Sigourney Bandjar, Adhie Somohardjo dll)
  7. Mantan Warga Hindia-Belanda (Jason Oost dll)

Mereka menjadi menarik untuk kemajuan sepak bola Indonesia karena adanya kemungkinan untuk menaturalisasi menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) dengan proses yang lebih cepat.

Mengacu pada: UU no 12 tahun 2006 Pasal 20.

"Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda."


  1. Dennis Gentenaar
  2. Aaron Böck
  3. Nino Kasanmoehamat
  4. Nick Kasanmoehamat
  5. Michel van Veen
  6. Dylan Zwartjes
  7. Yussa Nugraha
  8. Thom Haye
  9. Ezra Walian
  10. Carmen Manduapessy
  11. Angga Rezky Paiman
  12. Andri Syahputra
  13. Jairo Riedewald
  14. Johnny Hetinga
  15. Charles Dissels
  16. Jason Oost
  17. Navarone Foor
  18. Jordi Tutuarima
  19. Lorenzo Pace
  20. Stefano Lilipaly
  21. Mark van der Maarel
  22. Ard van Peppen
  23. Irfan Bachdim
  24. Leroy Resodihardjo
  25. Mitchell Mt. Theuns
  26. Ruben Wuarbanaran
  27. Elroy van der Hooft
  28. Amadeus Suropati
  29. Eli Wuarbanaran
  30. Diego Michiels
  31. Fernando Michiels
  32. Stanley Mailoa
  33. Regilio Jacobs
  34. Reggy Jakaria
  35. Rishi Salmah
  36. Keziah Veendorp
  37. Alessandro Trabucco
  38. Jordy ke Kat
  39. Ferd Pasaribu
  40. Dayen Gentenaar
  41. Radja Nainggolan
  42. Riana Nainggolan
  43. Marthe Munsterman
  44. Roxanne Hehakaija
  45. Raphael Maitimo
  46. Kim Jeffrey Kurniawan
  47. Donovan Partosoebroto
  48. Vincent Partosoebroto
  49. Dylan van de Berg
  50. Jarrel Lopulalan
  51. Jael Hattu
  52. Damian Mikoen
  53. Adhie Somohardjo
  54. Giovanni van Bronckhorst
  55. Jake van Bronckhorst
  56. Ajie Hosen
  57. Dipo Alam
  58. Edwin Soenarto
  59. Amarildo Lawansuka
  60. Djilmar Lawansuka
  61. Bobby Petta
  62. Delano Hill
  63. Denny Landzaat
  64. Jeffrey Talan
  65. Jeffrey Altheer
  66. Jeffrey de Visscher
  67. Jeffrey Leiwakabessy
  68. Jeffrey Rijsdijk
  69. Roy Rijsdijk
  70. Jeffrey Flohr
  71. Brandon Leiwakabessy
  72. Jhonny van Beukering
  73. Michael Mols
  74. Michael Timisela
  75. Robert Timisela
  76. Quido Lanzaat
  77. Sigourney Bandjar
  78. Bryon Kiefer 
  79. David Ririhena
  80. Dominggus Lim-Duan
  81. Ferdinand Katipana
  82. Joas Siahaija
  83. Justin Tahapary
  84. Levi Risamasu
  85. Lucien Sahetapy
  86. Milan Berck-Beelenkamp
  87. Randy Thenu
  88. Robbert Maruanaya
  89. Sergio Kawarmala
  90. Sergio van Dijk
  91. Danny van Dijk
  92. Andy Tahitu
  93. Christian Supusepa
  94. Tom Hiariej
  95. Marinco Hiariej
  96. Tonnie Cusell Lilipaly
  97. Django Ngutra
  98. Jemayel Maruanaja
  99. Njigel Latumaerissa
  100. Bryan Brard 
  101. Dane Brard
  102. Joshua Brard
  103. Tim Hattu
  104. Jeffrey Hen
  105. Xander Houtkoop
  106. Edinho Pattinama
  107. Jordao Pattinama
  108. Gaston Salasiwa
  109. Giovanni Kasanwirjo
  110. Raymond Soeroredjo 
  111. Yael Heatubun
  112. Yentl Heatubun
  113. Richie Pairun
  114. Ruben Wuarbanaran
  115. Daniel Salakory
  116. Govanni Wilikin
  117. Anice Waisapy
  118. Ismael Waisapy
  119. Tobias Waisapy
  120. Cayfano Latupeirissa
  121. Estefan Pattinasarany
  122. Joey Latumalea
  123. Yoram Pesulima
  124. Marciano Leuwol
  125. Stevie Hattu
  126. Sonny Luhukay
  127. Masaro Latuheru
  128. Jair Behoekoe Nam Radja 
  129. Graham Bond
  130. Jordi Tutuarima
  131. Levi Raja Boean
  132. Rychto Lawalata
  133. Benjamin Roemeon
  134. Delano Haulussy
  135. Ricardo Malaihollo
  136. Jordi Rakiman 
  137. Kevin Pairun
  138. Silgio Thenu
  139. Niaz de Coninck
  140. Tom Titarsolej
  141. Jamarro Diks
  142. Kevin Diks
  143. Jerah Hukom
  144. Shayne Pattynama 
  145. Nathan Haurissa
  146. Sereno Latuhihin
  147. Vincent Volkert
  148. Raphael Tuankotta
  149. Estéfan Pattinasarany
  150. Joey Suk
  151. Andrea Bitar
  152. Dylan Flohr
  153. Andre Rumampuk
  154. Nicky van Maanen
  155. Arthur Irawan
  156. Jordy van den Berg
  157. Javier Brouwer
  158. Rai Vloet
  159. Kaz van Oostrom
  160. Calvin Verdonk
  161. John Heitinga
  162. Oliver Rifai
  163. Sebastian Czimmeck
  164. Matthias Czimmeck
  165. Nazairo de Fretes
  166. Kenny Tete (Ajax)
  167. Mike Koldenhof
  168. Massimo Luongo
  169. Sandy Walsh
  170. David Golverdingen-Manuputty (Pelatih)
  171. Jeffrey Oost (Pelatih)
  172. Jos Luhukay (Pelatih)
  173. Johnny Taihuttu (Pelatih)
  174. Stanley Brard (Pelatih)
  175. Dani Kirchhoff
  176. Nachite Parinussa 
  177. Raghmani Carli 
  178. Levi van Mulken
  179. Jaim Saebu 
  180. Gaudeo Borwawubun
  181. Agus Borwawubun (Pelatih)
  182. Jarino Latumeirissa 
  183. Joshua Steenvoorden
  184. Matthew Steenvoorden
  185. Nana Kasanwirjo (Ajax)
  186. Kenneth Butter (scout)
  187. Kenny Anderson
  188. Jaïm Paliama
  189. Lennart Stam
  190. Dani Tirtokromo
  191. Jeremy Legiman
  192. Richie Risnal 
  193. Ricardo Moniz (Coach)
  194. Boaz Rahajaan 
  195. Jeroah Balubun
  196. bersambung lah..
Berhubung belum lengkap mohon ditambahi kalau kebetulan ada..

SEPAKBOLANDA: Tenggara Cup, Sepakbola dan Kebersamaan di Belanda...

SEPAKBOLANDA: Tenggara Cup, Sepakbola dan Kebersamaan di Belanda...:



Tahun 2015 ini komunitas Maluku Tenggara di Belanda menyelenggarakan kejuaraan sepakbola di Rijssen. Juni ini untuk ketiga tahun berturut panitia menyelenggarakan turnamen sepakbola memperebutkan dua kategori usia.


Undangan
Eka Tanjung menerima kabar tentang turnamen Tenggara Cup ini dari kawan Facebook bernama Ronny Rahajaan. Dia memberitahukan lewat pesan Whatsapp:"Bung, kami akan menyelenggarakan turnamen sepakbola Tenggara Cup, 13 Juni 2015 ini di Rijssen,"  demikian Ronny membuka chat kami pagi itu.

Ronny adalah salah satu dari delapan orang panitia turnamen sepakbola dari komunitas berlatar belakang Indonesia itu.
"Bagi kami yang berasal dari Maluku Tenggara sangat penting untuk bisa baku dapat minimal setahun sekali." 

Generasi ketiga dan ke empat Maluku Tenggara sudah sibuk dengan kegiatan sehari-hari sekolah dan bekerja. Dengan turnamen ini diharapkan ada momentum beberapa jam berjumpa dan bermain sepakbola.


"Dengan sepakbola ini kami berharap anak cucu dari generasi pertama orang Maluku yang ke Belanda ini bukan saja berolahraga, tetapi juga menyadari asal usul mereka. Akar mereka." 

Kampung
Para peserta berasal dari tujuh perkampungan yang banyak konsentrasi warga Maluku Tenggara. Zwolle, Helmond, Niestelrode, Rijssen, Zevenaar, Kuijk dll.  Ichtus Rahanra, juga dari Maluku Tenggara menyampaikan bahwa tahun 2015 ini adalah edisi ke tiga dari Turnamen sepakbola yang sengaja memilih nama Tenggara Cup.


"Walaupun namanya Tenggara Cup, tapi ini bukan hanya untuk orang-orang Maluku Tenggara saja. Semua orang bisa ikut serta. Bahkan kalau ada team dari Indonesia pun boleh ikut main dengan kami." 

Demikian ungkap Ichtus Rahanra coach Futsal yang baru saja mengantar teamnya meraih promosi ke tataran lebih tinggi di kompetisi regional.

Persaudaraan
Eka Tanjung dari Sepakbolanda melihat inisiatif kawan-kawan Maluku Tenggara di Belanda ini sangat baik. Sebab kebersamaan ini bisa menularkan kesadaran akan akar dan asal usul setiap bangsa. Bahkan tidak tertutup kemungkian, para bakat dari sekolah sepakbola di Indonesia bisa mengikuti turnamen ini. Selain untuk tujuan prestasi olah raga, juga sebagai penyambung tali persaudaraan.

7 lawan 7
Tahun ini Tenggara Cup digelar pada 13 Juni dan berlokasi di kompleks De Koerbelt milik klub sepakbola Excelsior 31 di Rijssen. Mempertandingkan kelompok usia 8 - 12 Tahun. Dan dewasa.
Pertandingan mempertemukan dua team yang terdiri dari 7 pemain setiap team.

 
Maluku-Tenggara CUP 2014 Nisterode from fanznoize on Vimeo.

Turnamen ini sudah dua kali digelar. Pertama pada 1 Juni 2013 di Sportpark Hoge Laar Zwolle. Setahun kemudian 2014 di Niestelrode. Setiap kali, acara tidak hanya terhenti sampai lapangan hijau dengan air putih, tetapi sampai larut malam. Acara party di malam hari diprakarsai Yayasan Teripang.

Baik Ronny Rahajaan maupun Ichtus Rahanra mengundang Eka Tanjung dari Sepakbolanda untuk hadir pada acara ini. Dua pria asal Tenggara ini juga memiliki putra berbakat sepakbola. Jeroah dan Boaz.